Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Sucikan Hati Di Hari Yang Fitri

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Sucikan Hati Di Hari Yang Fitri

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Sucikan Hati Di Hari Yang Fitri

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Sucikan Hati Di Hari Yang Fitri

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum

Sucikan Hati Di Hari Yang Fitri

Kamis, 21 Juli 2016

21 Foto MOS yang bikin kamu pengen mondok lagi



KH. Ahmad Mahrus Iskandar, Bcs resmi membuka kegiatan mastasa pagi tadi (22/0716) di lapangan utama pondok pesantren Asshiddiqiyah Jakarta.
Asshiddiqiyah mengganti istilah MOS dengan Mastasa atau
Masa Ta’aruf Santri yang tujuannya adalah untuk mengenalkan lingkungan pesantren kepada santri baru. Sesuai namanya, Mastasa hanya mengenalkan pesantren dan tata cara serta pola hidup di dalamnya, tidak ada kekerasan dalam kegiatan tersebut.  
Berbagai materi diberikan oleh para guru, terutama adalah akhlak. Karena akhlaqul karimah merupakan identitas santri yang harus dibawa kemanapun.

Selain itu, mereka juga dikenalkan dengan hak-hak dan kewajiban sebagai santri seperti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menjaga fasiitas pesatren, bagaimana bersosialisasi kepada teman-teman baru dan kakak kelasnya, bagaimana adab ketika bertemu guru dan sebagainya.
Ini 21 foto yang bikin kita pengen jadi santri lagi

1. Masih Culun N polos banget














2. Rindu ini bikin kami lemesss, keinget Pokemon terus


 3. Sama santri putri, hanya boleh nglirik ga boleh kenalan, apalagi salaman.



4. Para pengurus yang siap mengenalkan kalian dengan lingkungan pesantren



5. Paling seneng merhatiin MC yang kece




6. KH. Ahmad Mahrus Iskandar, Bcs saat membuka kegiatan Mastasa 



7. Jadi simbolis pas pembukaan MOS itu rasanya luar biasa banget 




9. Masih inget kapan pertama kali salaman sama Pak Kyai ??





10. Seneng banget pas pertama kali mencium tangan Ibu Nyai




11. Nasehat apa yang paling kamu ingat ??? 




12. Berdoa setiap kali akan melakukan sesuatu


13. Berdoa setiap kali akan melakukan sesuatu


14. Berdoa setiap kali akan melakukan sesuatu



15. Pasti ada pengurus yang kerjaannya cuma nampang




16. Kalo disuruh maju suka nunjuk temennya. Grogi abis

17. Ada kakak pengurus yang gayanya selangit


20. Setiap kelompok harus bikin yel-yel biar meriah. masih inget ga yel-yel kamu pas MOS ??

21. Yel-yelnya selalu diadu, mana ayang paling meriah








Rabu, 20 Juli 2016

Ini Yang Dirasakan Santri Saat Pertama Kali Masuk Pesantren




AIC(JKT)

Education Is The Most Powerfull Weapon To Change The World, begitu kata presiden pertama kulit hitam Afrika Selatan, Nelson Mandela, atau dalam bahasa sederhananya, “Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk merubah dunia”.
Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia turut andil dalam hal tersebut. Ribuan tokoh pengubah dunia telah dilahirkan oleh pondok pesantren, begitu pula dengan pondok pesantren Asshiddiqiyah yang telah mencetak ribuan alumni yang kini berkiprah di masyarakat baik nasional maupun internasional.
Tentu tidak mudah, banyak luka dan pengorbanan yang harus dilalui untuk bisa menyandang status santri. Berikut cuplikan perasaan saat pertama kali masuk pesantren

1. Ketemu temen-temen baru dari berbagai daerah 


2.  Bukan pertanyaan kapan nikah yang banyak terdengar, tapi nama kamu siapa dan dari mana ?  





3. Perabot 1/4 rumah dibawa semua ke pondok




4. Pengurus Pesantren siap menyambut dengan ramah




5. Akan ada seseorang yang bikin kalian betah tinggal di pesantren hehehee






6. Emak, manusia paling sedih saat meninggalkan anaknya di pesantren





7. Ada saat dimana kita nangis sendirian di pojok kamar, masih belum bisa move on dari Emak




8. Registrasi dulu sebelum masuk, biar dapet kamar




9.  Jangan lupa beli ember beserta peralatan mandi lainnya





10. Pengurus pesantren dengan senantiasa membimbing dan mengntarkan ke kamar





11. Kamar baru, Aromanya beda banget sama di rumah.





12. Dapet lemari baru juga




13. Emak emang ga ada duanya, lemari, baju, buku semua emak yang nata





14.  Nasehat ayah sederhana, Jangan boros-boros di pondok, gunakan duit seperlunya aja






15. Pengennya sih hari pertama bapak sama ibu nginep di pondok 





16. Mereka belum tau kalo tidur di mesjid lebih nyenyak meski tanpa bantal




17. Udah ada penujuk arah biar kesasar ke kamar tetangga





18. Moment kayak gini cuma ada di hari libur




19. Mengantarkan siswa ke sekolah dihari pertama udah menjadi tradisi pesantren sejak sebelum pak Mentri Pendidikan RI, Anis Baswedan mengintruksikannya.





20.  Temen baru, lupa namanya inget wajahnya, padahal sekamar. 




21. Seneng banget kalo pas dapet kesempatan bisa sungkem sama Pak Kyai




Senin, 04 Juli 2016

Selamat Ulang Tahun ayahanda tercinta DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ.

Asshiddiqiyah

AIC(JKT)
Atas nama seluruh santri dan alumni sekaligus putra-putri beliu, kami doakan semoga Abah beserta keluarga diberi kesehatan lahir batin oleh Allah SWT dan selalu membimbing kita ke jalan Allah,
 Abah, kami akan selalu mendoakanmu dan akan berusaha menjadi apa yang engkau cita-citakan, kami akan selalu berusaha membuatmu tersenyum kembali.
Lantang suara Abah selalu menjadi cambuk pendobrak semangat kami….
Senyum Abah selau menjadi penyejuk dan peneduh saat kami mulai lelah…..
Doa Abah akan menjadi penguat perjuangan kami…….
Ilmu yang telah Kau ajarkan akan menjadi benteng dalam menghadapi kerasnya zaman
Selamat ulang tahun Abah,,,,,
Maafkan kami belum bisa menjadi apa yang kau inginkan …
Maafkan kami pernah melukai hati Abah,,,,,,,,,,,,
Maafkan kami belum bisa menjadi manusia yang berbakti pada agama dan bangsa
Da’okan kami menjadi penerus perjuanganmu,,,,,
Nasehat yang pernah Kau tuturkan akan selalu kami tancapkan dalam hati, pikiran dan dalam setiap butiran do'a kami.
Selamat Ulag Tahun Abah Kami Tercinta,,,,

Salam Ta’dzim kami,,,,,,,,,,,,,,, 

Nama            : DR. KH Noer Muhammad Iskandar, SQ
Tanggal Lahir  : Sumber Beras, Banyuwangi, Jawa Timur 5 Juli 1955
Nama Ayah    : Kiai Iskandar (Alm)
Nama Ibu       : Nyai Rabiatun
Kegiatan         : Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah

Minggu, 03 Juli 2016

7 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Saat Mudik

Asshiddiqiyah

AIC(JKT)
Dalam artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang ritual mudik yang menjadi trend dikalangan umat Islam di Indonesia, setelah kita dapat memahami dan mengambil hikmah dari kegiatan mudik, alangkah baiknya jika kita bisa mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan baik sebelum ataupun selama bepergian.
Kata ‘mudik’ secara umum dapat diartikan ‘bepergian’. Dalam istilah bahasa Arab disebut “safar”, sedangkan bagi orang yang bepergian dinamakan “musaafir”. Oleh karena itu, ada baiknya kita perlu mempersiapkan segala sesuatu dlam perjalanan kita baik persiapan jasmaniah ataupun ruhaniyah pada waktu safar (bepergian).
Persiapan jasmaniah atau materi, bisa terbilang umum dan sesuai dengan keinginan masing-masing karna hal ini bersifat tidak kekal, dan menyesuaikan antara akal sehat dan keinginan dari masing-masing individual.
Justru persiapan ruuhaniyah merupakan hal yang terpenting, karna hati kita yang diciptakan oleh Allah SWT sering kali merasa terombang ambing dan tidak stabil, begitu juga ruuhaniyah sebagai sarana do’a awal kita kepada Allah SWT agar perjalanan kita selalu dijaga oleh Allah SWT.
Ada beberapa amalan-amalan yang dinukil dari ayat al-Quran, Hadits Rasuulullah SAW serta kitab-kitab turast dari beberapa pendapat ulama. Dalam mengamalkan tergantung keyakinan kita masing-masing. Karna apapun yang kita minta, selama kita yakini dan meminta hanya kepada Dzat Pemberi dengan perantara apapun, maka Allah SWT akan mengabulkannya.

(Al-Baqoroh :186) إِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ 

Artinya : dan jika hamba-hambaku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang aku, maka sesungguhnya aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang-orang yang berdo’a apabila dia berdoa kepadaku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintahku) dan beriman kepadaku agar mereka memperoleh kebenaran. (al-Baqoroh : 186)

٥ - حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ حَفْصٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ، سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيبِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً "
Artinya : Hadits Abu Hurairah r.a,Nabi SAW bersabda : “Allah berfirman : aku berada pada sangkaan hambaku, aku selalu bersamaya jika ia mengingatku, jika ia mengingatku pada dirinya, maka aku mengingatnya pada diriku, jika ia mengingatku dalam satu kaum, maka aku mengingatnya dalam suatu kaum yang lebih baik darinya, dan jika ia mendekat kepadaku satu jengkal, aku mendekat kepadanya satu hasta, jika ia mendekat padaku satu hasta, maka aku akan mendekat padanya satu depa, jika ia datang kepadaku dengan berjalan kaki, maka aku akan datang kepadanya dengan berlari.”

Beberapa tips dan amalan yang bisa 
kita lakukan saat mudik :
1.   Ketaqwaan sebagai bekal dasar
Ketaqwaan adalah bekal yang paling dasar sebelum kita melakukan kegiatan apapun termasuk bepergian, dalam ayat al-Quran difirmankan :

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَاب
Artinya : bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepadaku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat. (al-Baqoroh : 197)

2.   Do’a
Doa adalah senjata paling ampuh dalam perjalanan, dan dengan do’a kita yang menentukan kekuatan perjalanan kita. Do’a seorang yang bepergian merupakan salah satu doa yang mustajab, sebagaimana sesuai hadits Rasuulullah SAW :


حدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِى كَثِيرٍ عَنْ أَبِى جَعْفَرٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ »
Artinya : “Dari Abi Hurairah r.a , Rosulullah bersabda : ada 3 doa yang mustajab (mudah dikabulkan Allah SWT) do’a orang yang terdzolimi, do’a orang bepergian, dan do’a anak kepada orang tuanya.”
Do’a yang sesuai dengan firman Allah SWT dan diajarkan Rasuulullah SAW sebagai berikut:
Doa bepergian:
Dalam sebuah diriwatkan, yang dinukil dari kitab tafsiir Arroozi seperti berikut,:


وَرُوِيَ أَيْضًا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّهُ كَانَ إِذَا سَافَرَ وَرَكِبَ رَاحِلَتَهُ، كَبَّرَ ثَلَاثًا، ثُمَّ يَقُولُ: سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِي سَفَرِي هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا السَّفَرَ وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَ الْأَرْضِ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ عَلَى الْأَهْلِ، اللَّهُمَّ اصْحَبْنَا فِي سَفَرِنَا، وَاخْلُفْنَا فِي أَهْلِنَا»
Dan jika dalam perjalanan merasa takut, atau merasa akan terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan, maka perbanyak membaca surah al quraisy (سورة القريش). Apabila dalam perjalanan terjadi hal-hal yang tidak dinginkan, ,maka banyaklah membaca tasbihh,istighfar dan sholawat.
Doa ketika sampai ditujuan:
Dalam sebuah riwayat dikatakan, bahwa Rasuulullah SAW ketika sampai pada tempat tujuna membaca:
«آئبون تَائِبُونَ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ» “aaaibunna taaibuuna lirobbinaa haamiduuna”
Dan ketika keluar atau masuk rumah membaca ayat kursi 1x, al-Ikhlash 3x, al-Falaq 1x dan an-Naas 1x.

3.   Perbanyak Sedekah
Sebelum bepergian dan selama bepergian biasakan untuk memperbanyak bersedekah, karna sebagaimana kita ketahui bahwa sedekah akan menjaga kita baik dunia dan di akhirat.

سنن البيهقى - (ج 2 / ص 193)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ ، وَحَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ ، وَأَعِدُّوا لِلْبَلاَءِ الدُّعَاءَ »

4.   Memperbanyak membaca al-Quran dan Istighfar
5.    Memperbanyak membaca shalawat kepada Baginda Rasuuluullah SAW
6.   Menjaga niat taat dan bertaqwa kepada Allah SWT selama bepergian                   sampai ketempat tujuan dan kembali ketempat asal.
7.   Menjaga tingkah laku dan kebersihan selama bepergian.
Karna dalam bepergian kita mendapatkan kemudahan dapat menggabungkan shalat atau mengqashar sholat, tapi dengan syarat kita harus menjaga niat bepergian kita bukan untuk melakukan maksiat.
Inilah sedikit amalan-amalan yang bisa kita laksanakan selama bepergian, jika kita bisa mengamalkannya insyaallah perjalanan kita akan dijaga oleh Allah, dan akan diberikan keselamatan lahir bathin serta memberikan keberkahan dalam perjalanan kita.

Jumat, 01 Juli 2016

Info Beasiswa Kuliah

Asshiddiqiyah

AIC(JKT)
Ma’had Aly adalah Perguruan Tinggi berbasis Pesantren di bawah naungan Kementerian Agama RI, Berdasrkan PMA No. 71 tahun 2015, Mahad Aly Sa'iidusshiddiqiyah dengan jurusan Sejarah Peradaban Islam diharapkan mampu menjadi Pusat Pendidikan Peradaban Islam di Indonesia. Didirikan oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar SQ, pada tahun 2006 di Jl. Panjang No. 6C, Sunrisa Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk Jakrta Barat.

Ma’had Aly Asshiddiqiyah Jakarta membuka pendaftaran calon mahasiswa baru PROGRAM BEASISWA FULL dengan syarat :
  1. Mampu membaca kitab kuning (Fathul Qorib)
  2. Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik
  3. Diutamakan menguasai bahasa Asing (Arab & Inggris)
  4. Bersedia Tinggal di Pesantren
  5. Bersedia menyelesaikan pendidikan selama 4 tahun
  6. Bersedia melaksanakan pengabdian kepada masyarakat setelah lulus.
Persyaratan Administrasi :
  1. Mengisi formulir pendaftaran
  2. Membayar biaya registrasi sebesar Rp. 300.000 meliputi Formulir pendaftaran, jas almamater dan kartu mahasiswa
  3. Melampirkan 3 lembar foto copy ijazah dan SKHUN Madrasah Aliyah atau sederajat.
  4. Menyerahkan identitas diri (KTP & Kartu Keluarga)
  5. Menyerahkan Pas foto (Background merah) ukuran 3x4 dan 4x6 masing-masing 4 lembar

 Pendaftaran :

  • Waktu         : 20 - 30 Juli 2016
  • Tempat       : Kampus Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta (Jl. Panjang No. 6C, Sunrise Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk Jakrta Barat.)
  • Waktu Test                                   : 1 Agustus 2016
  • Pengumuman Hasil Test              : 2 Agustus 2016
Materi Test    : 
  • Interview
  • Membaca al-Qur'an
  • Membaca kitab kuning (Fathul Qorib)
  • Bahasa Arab
  • Bahasa Inggris


Bagi yang berminat mendalami Agama Islam di Indonesia, bisa datang langsung ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta di Jl. Panjang No. 6C, Sunrisa Garden, Kedoya Utara, Kebon Jeruk Jakrta Barat.
 Info lebih lanjut dapat menghubingi  :
Ust Noor Salikin       : 085719063735 / BBM : 7c4386c4
Usth Rofiqoh            : 085691355255 / BBM : 7faae1ee
Usth Putriana           : 0899 4712 750 / BBM : 7d5dd13a
# Beasiswa meliputi pembebasan biaya makan, tempat tinggal dan biaya perkuliahan
# Tolong sebarkan kepada sanak family
# Pendaftaran ditutup pada tanggal 31 Juli 2016
# Kunjungi website kami di www.asshiddiqiyah.com
# Like Fanspage FB kami di Pondok Pesantren                          Asshiddiqiyah Jakarta


  



Ramadhan Bulan Penuh Produktifitas


AIC(JKT)

Marhaban Ya Ramadhan. Menjadi kegembiraan dan syukur luar biasa bagi kaum Muslimin yang dapat ditemukan kembali dengan bulan seribu berkah keutamaan ibadahnya. Bulan Ramadhan menjadi pendorong untuk memudahkan melakukan berbagai macam ibadah yang selama bulan-bulan selain Ramadhan terkadang berat untuk dilaksanakan.
Namun, setiap Ramadhan tiba, produktivitas sebagian umat Islam menurun. Diawal-awal bulan Ramadhan, biasanya terjadi perubahan perilaku umat Islam. Yaitu menjadi sangat produktif di aktivitas religius, namun menjadi kurang produktif di area kerja. Seringkali kita menemui bahwa beberapa orang menjadi malas untuk bekerja, terlihat setelah shalat Jum’at kemudian tidur di Masjid, pulang kerja lebih awal meskipun sudah diberi jadwal pulang lebih awal selama bulan Ramadhan dan semuanya beralasan karena sedang berpuasa. Bahkan, Banyaknya tidur justru akan menafikan hikmah dari disyariatkannya puasa itu sendiri yaitu untuk melakukan jihad melawan berbagai tarikan-tarikan hawa nafsu dan syahwatnya selama menjalankan puasa. Sedangkan hadits:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ ، وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ ، وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ ، وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ
Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Diamnya adalah tasbih. Do’anya adalah do’a yang mustajab. Pahala amalannya pun akan dilipatgandakan.
Hadits ini tidak dapat dipakai sebagai pembenaran, sebab perawi hadits ini adalah ‘Abdullah bin Aufi. Hadits ini dibawakan oleh Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Dalam hadits ini terdapat Ma’ruf bin Hasan dan dia adalah perawi yang dho’if (lemah). Juga dalam hadits ini terdapat Sulaiman bin ‘Amr yang lebih dho’if dari Ma’ruf bin Hasan. Dalam riwayat lain, perawinya adalah ‘Abdullah bin ‘Amr. Haditsnya dibawakan oleh Al ‘Iraqi dalam Takhrijul Ihya’ dengan sanad hadits yang dho’if (lemah).
Padahal, bekerja jika diniatkan sebagai ibadah maka akan berhadiahkan pahala. Berpuasa bukan berarti ibadah dalam bentuk produktivitas kerja harus dikurangi atau malas bekerja. Kita boleh mengurangi kegiatan-kegiatan fisik yang dapat berpotensi membatalkan puasa kita namun jangan sampai hal-hal yang seharusnya dilakukan untuk kualitas kerja harus dikurangi.
Alasan lain adalah bahwa tidur yang bernilai ibadah jika tidurnya sebagaimana ucapan Ibnu Rajab, “Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar kuat ketika melaksanakan shalat dan berpuasa, maka seperti inilah yang akan bernilai pahala. Sebagaimana pula apabila seseorang berniat dengan tidurnya di malam dan siang harinya agar kuat dalam beramal, maka tidur seperti ini bernilai ibadah.” (Latha-if Al-Ma’arif.
Intinya, semuanya adalah tergantung niatnya. Jika niat tidurnya hanya malas-malasan sehingga tidurnya bisa seharian dari pagi hingga sore, maka tidur seperti ini adalah tidur yang sia-sia. Namun jika tidurnya adalah tidur dengan niat agar kuat dalam melakukan shalat malam dan kuat melakukan amalan lainnya, tidur seperti inilah yang bernilai ibadah.
Selain itu Nabipun pernah bersabda bahwa puasa itu menyehatkan.
صُوْمُوْا تَصِحُّوْا                                                                                                                
 Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat[1]

Walaupun banyak Ulama yang menyatakan bahwa sanad hadits ini dlaif (lemah).  Akan tetapi, dari sisi matan (isi hadits), tentu saja tidak bisa diabaikan begitu saja, sebab memang banyak hikmah dibalik puasa itu sendiri yang mana salah satunya adalah bertambahnya kesehatan.

Bahkan Nabi membuktikan saat berpuasa, tidak mengendurkan semangat juang dan produktivitas kerja. Hal Ini terbukti ketika Nabi dan para sahabatnya berjuang pada Perang Badar yang terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, saat pertama kali puasa disyariatkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Sekitar 313 kaum muslimin, di bawah pimpinan Nabi berhasil mengalahkan pasukan Quraisy yang berjumlah sekitar 950 orang di bawah komando Abu Sofyan.
Jika kita menyimak refleksi substansial dari perang Badar tersebut bukanlah pada perang fisiknya, melainkan pada etos kerja dan etos juang yang tak pernah surut meski Nabi dan para sahabatnya waktu itu dalam keadaan berpuasa. Melalui peristiwa Perang Badar, semakin jelas puasa yang dilakukan sesuai tuntunan Nabi akan mampu melestarikan dan menumbuhkan etos kerja dan etos juang yang tinggi. Sebagaimana hadits Nabi yang berbunyi:
الْإِسْلَامُ يَعْلُو وَلَا يُعْلَى
“Islam itu tinggi dan tidak diungguli.” (HR. Ad-Daraquthni, berderajat hasan menurut Ibnu Hajar dalam Fathul Bari).[2]

Secara kemurnian dan keindahan ajarannya, semua telah mengakui, baik dengan lisan maupun dalam lubuk hati. Kalangan non-muslim termasuk para penentang Islam pun tidak ragu akan ketinggian ajaran Islam. Namun, mengapa kondisi para pemeluknya seperti ini?

Hal tersebut juga sangat bertolak belakang dengan kebiasaan para Ulama-ulama terdahulu yang selalu produktif dalam menjalankan aktiftasnya walaupun dalam bulan Ramadhan. Seperti Imam Yahya bin Syaraf  An-Nawawi Ad-Dimasyqi, pengarang kitab Riyadh Ash-Shalihin yang menyelesaikan penyusunan kitab yang sangat populer dan besar manfaat serta faedahnya  pada tanggal 14 Ramadhan. Dan selesainya Imam Ibnu Hajar Al-Haitsami dalam mensyarahi kitab Asy-Syamail An-Nabawiyah karya Abu Isa Muhammad bin Saurah At-Tirmidzi, atau yang lebih kita kenal dengan Imam Tirmidzi yang selesai pada tanggal 18 Ramadhan.
Fakta Perang Badar dan semakin produktifisnya para Ulama terdahulu dalam menjalankan akfitasnya menjadi realitas yang amat kontradiktif dengan kenyataan umat Muslim saat ini. Bahwa, karena puasa tubuh jadi letih dan lemas, adalah wajar. Namun, bila karena puasa produktivitas, etos kerja, dan etos juang menjadi loyo, ini yang harus dibenahi.
Bagaimanapun, puasa sebagai syariat Islam memang dihadiahkan bagi kaum muslimin agar mampu meningkatkan produktivitas ibadah atau kerja. Banyak keistimewaan yang diberikan Allah pada bulan suci Ramadan, salah satunya seperti malam Lailatul Qadar. Pahala ibadah pada malam itu lebih baik dari 1.000 bulan, atau jika dikalkulasi sekitar 83 tahun empat bulan. Do’a pada malam itu begitu mustajab. Namun, waktunya tidak diberi tahu secara pasti oleh Allah SWT.
Banyaknya pahala dan kerahasian pada saat malam Lailatul Qadar sejatinya juga sebagai motivasi agar umat Muslim meningkatkan produktivitas kerja, bukan malah memperbanyak tidur dan bermalas diri. Mereka yang memperbanyak ibadah atau meningkatkan produktivitas kerja pasti akan mendapat pahala berlipat ganda. Semoga bermanfaat! (Aziz)






[1]Dinukil dari Ibnu Bukhait dalam Juz-nya-sebagaimana di dalam Syahr al-Ihya ‘Ulum ad-Dhien (7/ 401) dari jalan Muhammad Ibnu Sulaiman Ibnu Abi Dawud dari Suhail Ibn Abi Shalih dari Abi Hurairah.
[2]فتح الباري لابن حجر – (ج 15 / ص 121