6 Syarat Mencari Ilmu


KH. Nasrullah, Lc

AMC - Ilmu itu sangat penting karena itu sebagai perantara dan sarana untuk bertaqwa. Dengan taqwa, manusia menerima kedudukan terhormat di sisi Allah. Sebagaimana dalam kitab Ta'limul Muta'allim, walaupun kitabnya tipis tapi itu menjadi rujukan bagi podok pesantren di Indonesia.
salah satu baitnya yaitu:

تَعَـلَّـمْ فَــإِنَّ الْـعِلْـمَ زَيـْنٌ لِأَهْــلــِهِ # وَفَــضـْلٌ وَعـُـنـْوَانّ لِـكـُلِّ مَـــحَامِـدٍ

وكــن مـستـفـيدا كـل يـوم زيـادة # من العـلم واسـبح فى بحـور الفوائـد

 "Belajarlah! Sebab ilmu adalah penghias bagi pemiliknya. dia perlebihan, dan pertanda segala pujian, Jadikan hari-harimu untuk menambah ilmu. Dan berenanglah di lautan ilmu yang berguna."

Selain itu, ada 6 syarat yang wajib dipenuhi ketika seseorang mencari ilmu yang beliau kutip dari kitab Ta'limul Muta'allim yaitu sebuah syair dari Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib R.A bait syair itu berbunyi:

اَلا  لاَ  تَناَلُ  اْلعِلْمَ   إِلاَّ  بِسِتَّةٍ      سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

   ذَكاَءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِباَرٍ وَبُلْغَغة  وَإِرْشَادِ أُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ

 “Ingatlah! Engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali dengan memenuhi enam syarat. Saya akan beritahukan keseluruhannya secara rinci. Yaitu: Kecerdasan,  keinginan yang kuat,  sabar,  biaya, bimbingan guru dan waktu yang lama.”

Pendidikan yang diajarkan podok pesantren tidak hanya ilmu pengetahuan umum, namun para santri juga dituntut untuk mempelajari kitab kuning sehingga para santri mendapatkan keberkahan dari kiainya. Adanya khataman dan wisuda, menjadi motivasi bagi yang lainnya. Para santri yang khatam Juz Amma, 5 juz, 10 juz, dan 15 juz, Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya kelak di hari kiamat.

Begitu pula dengan santri yang khatam kitab kuning Ta'limul Muta'allim, Aqidatul Awam dan Imrity itu merupakan salah satu bukti bahwa adanya kesungguhan santri dalam mencari ilmu. Sehingga nanti 5 tahun atau 10 tahun yang akan datang bermunculan dari alumni Asshiddiqiyah ulama-ulama yang tersebar di penjuru Indonesia.

Begitu pun para penghafal Qur'an agar tetap menjaga hafalannya. Al-Qur'an itu ibarat unta yang dituntun anak kecil akan nurut tapi jika tidak dituntun maka akan lepas. 
___________________________________

Di atas adalah rangkuman ceramah KH. Nasrullah, Lc, alumni Pondok Pesantren Asshiddiqiyah tahun 1995 dalam acara Wisuda dan Khataman Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Sabtu 23 Maret 2019. (Mila)


Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.