Harlah Asshiddiqiyah ke-38: Peace, Love, Together


AMC - Rangkaian acara dalam semarak Hari Lahir Pondok Pesantren Asshiddiqiyah resmi dibuka, Jum’at (8/9) pagi. Serangkaian kegiatan mulai dilaksanakan, seperti Festival Bazaar yang dilaksanakan selama tiga hari. Mulai hari Jum’at (8/9) pagi sampai Minggu (10/9) sore. Festival ini diikuti oleh 27 stan yang terdiri dari stan kuliner hingga fashion muslim. Para santri sangat antusias dengan adanya bazaar ini, mereka nampak memadati stan dari pagi hingga malam hari.

Kemudian, ada Musabaqah Hifdzil Qur’an tingkat SD/MI sederajat se-Indonesia. Lomba ini diikuti oleh sekitar 136 peserta dari berbagai daerah, terdiri dari dua kategori yakni kategori kelas 1-3 dan kategori kelas 4-6. Babak final dilaksanakan pada Jum’at (8/9) di lapangan pondok pesantren Asshiddiqiyah Jakarta diikuti oleh 30 peserta.



Pada kategori kelas 1-3, diambil 3 juara utama dan 3 juara harapan. Juara 1 utama diraih oleh Alfiyyah Farida dari Rumah Tahfidz As- Sulaimaniyah. Juara 2 diraih oleh Fathiyah Nur Azizah. Juara 3 diraih oleh Syakillah Asshifa. Begitu juga pada kategori kelas 4-6, diambil 3 juara utama dan 3 juara harapan. Juara 1 utama diraih oleh Mega Aulia dari. Juara 2 diraih oleh Ghani Yazid dari. Juara 3 diraih oleh Khanza Azura dari.

Pada saat bersamaan diadakan pula Bedah Buku dan Seminar Qur’ani dengan menghadirkan Ibu Nyai Hj. Atina Balqis Iskandar yang diadakan di perpustakaan Asshiddiqiyah. Diikuti oleh para santri Asshiddiqiyah Jakarta, Ceper dan Serpong.

Kemudian, Jum’at (8/9) pada malam puncak digelar acara Asshiddiqiyah bershalawat yang dihadiri oleh Syekh Yusri Rusydi Jabr al-Hasani yang merupakan ulama Mesir menyampaikan beberapa nasihat untuk para santri dan hadirin. Dalam acara malam itu turut hadir Habib Ali Zaenal Abidin, Habib Abdurrahman bin Syekh al-Jufri, KH Hafidzul Hakim Noer, Ahmad Zam-Zam Zainal Muttaqin, Lora Ismael al-Kholilie, Gus Imam Kafa, Gus Ahmad Kafabihi Mahrus, Gus Muhammad Idris Aqiel, Gus Afif Iskandar, Gus Yusuf Al-Lampungi, Husein Basyaiban dan Gus Azmi Iskandar.

Karnaval Budaya Nusantara juga kembali digelar pada, Sabtu (9/9) pagi. Mengusung tema “Penanggulangan Polusi Suksesi Fifa World Cup U-17”, para santri ramai memakai berbagai kostum menarik. Dihadiri oleh seluruh santri pondok pesantren Asshiddiqiyah cabang yang berjumlah 11. Tampak para tamu undangan memadati panggung di samping Jalan Panjang, Ario Bimo Nandito Ariotedjo Menpora RI, Uus Kuswanto Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, para tamu undangan lainnya, khadimul ma’had seluruh Asshiddiqiyah, para wali santri hingga para masyarakat.

Kemudian, diadakan juga Forum Betawi pada sore harinya. KH. Luthfi Hakim dan Dr. Marullah Matali mengenalkan budaya Betawi kepada para santri dengan sangat menarik. Acara tersebut dimeriahkan juga dengan hiburan dari D’Babe Big Band dan Palang Pintu Sanggar Kreasi Anggrek Kebon Jeruk.

Terakhir, pada malam harinya para santri seluruh Asshiddiqiyah menampilkan berbagai kreasi tari. (May)

Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :