Hari Santri; Bangga Membawa Wasiat Nabi


AMC - "Banggalah menjadi santri, dimana pun kaki berpijak, kalian bawalah identitas santri. Bangga jadi santri, dengan cara harus menjaga kesehatan demi kemaslahatan semua," ujar Khadimul Ma'had KH. Ahmad Mahrus Iskandar tegas saat memberikan mau'izhah hasanah saat Apel Perayaan Hari Santri Nasional, pagi tadi, Kamis (22/10/2020). 

Masih Khadimul Ma'had, "Kita harus bangga menjadi santri dan hendaknya tidak malu jadi santri, sebab ia bukanlah ajaran kolot, namun justru ia adalah ajaran nabi. Sebarkanlah akhlakul karimah, itulah jati diri santri."


Khadimul Ma'had juga berpesan, menyebarkan akhlaq karimah sebagai wasiat Nabi saw. menjadi hal yang identik dalam diri santri. Meski ia menjadi seorang pebisnis, seniman, atau pengusaha, maka haruslah bangga jadi santri dimanapun santri tersebut berada. Dalam peringatan Hari Santri Nasional tahun ini yang tak seramai tahun-tahun sebelumnya sebab pandemi, yang lebih penting adalah do'a dan ikhtiar menjaga keselamatan umat.

Mengusung tema "Santri Sehat, Indonesia Kuat", seluruh keluarga besar Asshiddiqiyah tampak khidmat mengikuti jalannya apel yang dipimpin langsung oleh Khadimul Ma'had. Usai apel, peringatan HSN dilanjutkan dengan pembentangan bendera Merah Putih. Pasca penetapan hari santri oleh Presiden Jokowi melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, tiap tahun menjadi sebuah kewajiban bagi seluruh santri di Indonesia untuk merayakan 'hari besar' tersebut. 

Sebagai informasi, naskah Resolusi Jihad pada 21-22 Oktober 1945 merupakan simbol perjuangan santri dalam ikhtiar mempertahankan kemerdekaan Indonesia sejak dahulu memang tidak bisa diremehkan. Di dalamnya tertulis jelas bahwa mempertahankan dan menegakkan Negara Republik Indonesia menurut hukum agama Islam termasuk sebagai suatu kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam, terlebih mayoritas warga muslimnya adalah kaum santri. Resolusi jihad merupakan bentuk sikap dan tindakan nyata untuk melawan usaha-usaha Belanda mengguncang kemerdekaan Indonesia.



Reportase: Asshiddiqiyah Media Center
  


Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :