Gebyar Ospa: Sejuta Inspirasi untuk Negeri



AMC - Dalam rangka tasyakuran, Organisasi Santri Pesantren Asshiddiqiyah (OSPA) adakan Gebyar OSPA bertajuk "Sejuta Inspirasi untuk Negeri", Ahad (25/01).

Rangkaian gebyar OSPA ini dimulai sejak pagi tadi. Sharing semangat perjuangan Islam oleh Menteri Pertahanan Malaysia, YB Mohamad Sabu pada paginya, I Talk with Pandji Pragiwaksono pada siangnya, dan Majelis Dzikir Islamic Melliflous bersama grup hadroh Babul Musthofa Pekalongan malamnya. Majelis dzikir ini juga dihadiri oleh Ust. Muslihin Abdurrohim atau dikenal khalayak sebagai Gus Miftah KW, Ustadz Aan Maharani, alumni Asshiddiqiyah tahun 1997.

Khadimul Ma'had, KH. Ahmad Mahrus Iskandar dalam sambutannya menyampaikan, gebyar OSPA ini merupakan salah satu ungkapan rasa syukur pada Allah swt. Jika ingin dekat-Nya, maka dekati orang yang dekat dengan-Nya yaitu Rasulullah saw melalui bershalawat. Beliau berharap dengan acara ini, ke depannya OSPA semakin apik nan serius dalam membanggakan bangsa dan Asshiddiqiyah tentunya. Dalam harapnya tentu terselip do'a agar para santri kelak menjadi orang yang sukses, menggapai cita-cita kebahagiaan dunia maupun akhirat. Tak lupa beliau berpesan saat bershalawat agar selalu menghadirkan hati, tidak hanya di lisan saja agar dengannya sampai cintanya pada Rasul.

Begitu inspiratifnya acara ini, tak hanya kesenangan dunia saja yang didapat, namun juga kesenangan akhirat inshallah tercapai.

"Kiai, pondok pesantren, santri dan NU merupakan benteng terakhir yang menjaga Indonesia", ujar KH. Aan Maharani dalam tausiyahnya.

Seiring perkembangan zaman, mau tak mau santri harus melawan strategi musuh Islam dalam menghancurkan generasi mudanya. Dalam memotivasi santri, ia nukil salah satu ungkapan masyhur, "Pemuda masa kini adalah pemimpin masa depan." 

Semoga dengan motivasi ini dapat menginspirasi santri untuk terus berprestasi dalam membangun negeri. (Lyda)


Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :