Halaqah Muslimat NU; Lawan Hoax untuk Tingkatkan Kualitas Bangsa


AMC - Halaqah Muslimat Nahdlatul Ulama dilaksanakan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat Jakarta, dengan tema Peran Muslimat NU dalam Meningkatkan Kualitas Bangsa berjalan dengan lancar, Rabu (13/3). Acara ini dihadiri oleh ketua PP Muslimat NU, yaitu Dr. Sri Mulyati. 

Asshiddiqiyah untuk kesekian kalinya dipercaya oleh NU, menjadi tempat  mengadakan acara Muslimat. Pesantren besar di Jakarta ini menjadi tempat yang strategis dalam mengambil peran untuk memajukan bangsa dan negara Indonesia. 


Di zaman milenial ini, banyak sekali berita-berita yang datang dari berbagai arah yang merusak bangsa. 
Dalam sambutan KH. Ahmad Mahrus Iskandar mewakili keluarga Ponpes Asshiddiqiyah Jakarta menyatakan, "Fitnah-fitnah terbesar saat ini salah satunya yaitu hoax. Bukan hanya melalui lisan tapi juga melalui ibu jari tangan-tangan netizen yang maha benar dengan segala komentarnya."

Khadimul Ma'had juga menyampaikan, Asshiddiqiyah sebagai pondok yang ada di ibu kota, merasa harus mampu melawan dan memerangi hoax. Itu juga menjadi tugas kita semua untuk memeranginya sebagai warga DKI Jakarta. 

Dalam hadits Rasulullah SAW: 
ستكون بعد الزمان العرب الفتنة. 
"Akan terjadi fitnah nanti setelah kaum arab tidak ada."

Dari sinilah banyak pertumpahan darah, salah satunya dimulai melalui lisan karena Lisan lebih tajam dari pada pedang. 

Diakhir sambutannya beliau berharap kita semua bisa memberikan manfaat dan menjadikan syiar agama Islam  bagi bangsa dan negara Indonesia bukan menjadi penyebar hoax. (Mila)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.