Santri Asshiddiqiyah Siap Bertarung di MQK Tingkat Nasional

Asshiddiqiyah

JAKARTA - Senin, 21 agustus 2017. Musabaqoh Qiroatul Kutub  (MQK) sebagai ajang kompetisi akademik bidang penguasaan ilmu agama (Tafaqquh Fiddin), sekaligus penguatan tradisi akademik dan kelembagaan pondok pesantren diselenggarakan oleh Kementerian Agama di pondok pesantren Darur Rohman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pondok Pesantren  Asshiddiqiyah Jakarta sebagai salah satu pesantren ternama di Jakarta turut andil mengambil bagian dalam ajang bergengsi ini. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti perlombaan MQK tingkat nasional yang akan digelar di ponpes Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara Jawa Tengah, 29 November mendatang.

Berikut nama-nama santri yang berhasil lolos ke tingkat nasional :
    • Juara 3 MQK bidang Nahwu tingkat Ulya (Ahmad Baihaqi)
    • Juara 2 Debat Bahasa Inggris (Infaroyya Karimah, Siti Robiatul Adawiyah, Dhiyaun Naqiyah) dan Infaroyya terpilih untuk maju di tingkat Nasional
    • Juara 3 Debat Bahasa Arab (Ibrahim Adham, M. Riyas Amir, Nezar Patria) dan Ibrahim Adham terpilih untuk maju di tingkat Nasional



Ajang bergengsi di kalangan pesantren tersebut dibuka langsung olen Kementerian Agama provinsi DKI Jakarta. Event ini sekaligus menjadi instrumen kelembagaan bagi penguatan empat pilar kebangsaan bagi para santri dan seluruh civitas akademika pondok pesantren sesuai semangat Hari Santri sebagaimana Keputusan Presiden No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. (Abdul Aziz)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.