Maulid Nabi Muhammad Saw Sebagai Momentum Pembuktian Cinta Kepada Rasulullah Saw


AMC - Gema Maulid Nabi Muhammad Saw 1445 H di pondok pesantren Asshiddiqiyah Jakarta sukses digelar dengan mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Saw sebagai Pribadi yang Unggul” di lapangan Asshiddiqiyah pada Kamis,
malam (28/09).

KH. Ahmad Mahrus Iskandar yang pada saat itu tengah menunaikan ibadah umrah  bersam Ibu Nyai Hj. Nur Jazilah menyempatkan untuk memberikan sambutannya untuk para santri dan para hadirin melalui zoom meeting.

Dalam sambutannya tersebut, Gus Mahrus menyampaikan bahwasannya ketika berbicara tentang maulid Nabi Muhammad Saw. berarti yang tengah kita bicarakan adalah tentang rasa cinta kita kepada Rasulillah Saw. Di mana Maulid Nabi ini menjadi momentum dibuktikannya cinta kita terhadap beliau Rasulullah Saw.

Bahkan Gus Mahrus juga menceritakan betapa antusianya penduduk kota Madinah al-Munaww rah yang tengah beliau pijaki dalam menyambut hari lahir Baginda Rasulullah Saw. Hampir di seluruh penjuru kota, khususnya sekitar masjid Nabawi penuh dengan lautan manusia untuk berbondong-bondong ziarah ke maqam Rasulullah Saw. Di mana hal ini mereka lakukan atas dasar rasa cinta yang begitu besar terhadap Baginda Rasulullah Saw.

“Semua yang mereka lakukan bukan untuk merayakan, bukan untuk formalitas, bukan untuk selebrasi, untuk merayakan hal-hal yang di luar syariah Islam. Tapi, berkumpulnya semua umat Islam itu karena bentuk rasa cinta kepada nabi Muhammad Saw.,” tutur Gus Mahrus.

Putra ke-3 Abah Noer itu juga menyebutkan bahwa di dalam tafsir Rozi dijelaskan dan ditafsirkan terkait definisi cinta itu sendiri. Di mana orang-orang yang sangat mencintai Allah Swt dengan cinta yang amat tinggi. Maka, makna cinta di sini bukan lagi berbicara tentang harapan, pujian, dan apa yang akan didapat ketika mencintai. Justru  cinta di sini adalah bagaimana kita menunjukkan rasa cinta kita kepada yang kita cintai dengan mengaplikasikannya di dalam perbuatan dan ucapan lisan kita.

Melanjutakan ceritanya Gus Mahrus bahkan menjadi saksi  bahwa di Madinah, ketika umat muslim berbondong-bondong berkunjung ke maqam Rasulullah Saw dan berdesak-desakan dari yang tua-muda, tinggi-pendek, besar-kecil, dan dari berbagai ras berkumpul menjadi satu, tidak ada satu pun di antara mereka yang menunjukkan perasaan  marah dan benci karena hal tersebut, semuanya hanya fokus menunjukkan rasa cintanya kepada baginda Nabi Muhammad Saw. Dan seperti itulah bukti sebenarnya cinta terpuji yabg ditunjukkan umat Rasululah terhadap Nabi Muhammad Saw.

Terakhir, Gus Mahrus sangat mengapresiasi kegiatan gema maulid ini. Di mana acara ini dilaksanakan pada malam Jum’at yang pada hakikatnya malam Jum’at dijelaskan di dalam salah satu hadis:

ليلة الجمعه لسيد الأيام كتبه الملئكة بقلم الفضة وحبر من الذهب

“Malam Jum’at adalah sayyidul ayyam. Para Malaikat menulis amal umat manusia pada malam itu dengan pena yang terbuat dari perak dan tinta emas.”

Bahkan amal ibadah yang dilakukan pada malam itu dilipatkan berkali-kali lipat oleh Allah Swt daripada hari-hari lainnya.

Diharapkan di malam Jum’at ini, terkhusus momentum maulid Nabi ini para santri senantiasa memperbanyak membaca salawat kepada Rasulillah Saw sebagai bentuk rasa cinta kita kepada beliau Sayyidul Mursalin Rasulullah Saw. (Winda)

Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :