Menyambut Tahun Baru Islam: Asshiddiqiyah Ajak Umat Mengukuhkan Persatuan dan Kesatuan


AMC - Diawali dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh grup hadroh Asshiddiqiyah, acara semarak Muharram 1445 H dan santunan santri Yatim dan Dhu'afa pada Kamis malam (27/7) lebih syahdu dan khidmat. Para santri dan asatidz tampak memadati area lapangan Asshiddiqiyah untuk turut menyemarakkan malam bulan Muharram tersebut. 


Pembacaan surat al-Baqarah ayat 215 tartil dibawakan oleh santriwati bernama Siti Nailatul Inayah, dari kandungan ayat tersebut Nabi menyerukan kepada umat muslim untuk menginfakkan sebagian hartanya sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah.  

Kita sebagai umat Islam harus bersatu, bagaikan kedua tangan dan janganlah seperti seperti sepasang telinga. Yang dimaksud bagai kedua tangan adalah tangan kanan dan kiri yang senantiasa bekerja sama dan tidak saling iri dengki. Sebagaimana yang dimaksudkan Ustadz Endang Badarrahman dalam tausiyahnya bahwa,

"Dalam tahun baru ini minimal ada dua catatan penting, yang pertama persatuan dan kesatuan umat Islam." ujar beliau.

Umat Islam diibaratkan lima jari pada tangan, yang memiliki kedudukan dan tanggung jawabnya masing-masing. Ibu jari adalah lambang dari para pemerintah yang memiliki kekuasaan. Jari telunjuk lambang dari para mereka yang memiliki harta berlebih. Jari tengah dilambangkan seperti para ulama, bertempat di tengah sebagai penengah umat, berada di tengah umat. Jari manis melambangkan para pemuda pemudi. Jari kelingking diibaratkan seperti para ibu.

"lima komponen masyarakat ini harus bersatu, sebagaimana hijrah Nabi kala itu dengan ditemani dan didukung lima komponen masyarakat ini menjadi tonggak sejarah umat Islam yang mana diawali pada bulan Muharram" tegas beliau. 

"saling tolong, saling bantu, itulah inti dari hijrahnya Nabi." tutup beliau. (M)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :