Khadimul Ma'had Jelaskan Tiga Hal Pokok untuk Mencapai Ketakwaan Sejati

AMC - Khadimul Ma'had Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta KH Ahmad Mahrus Iskandar, Bs.c menjelaskan bahwa agar ketakwaan seorang hamba menjadi sempurna, ia harus melakukan tiga hal. Pertama adalah meminta taufiq atau pertolongan kepada Allah Swt.

"Taufiq (pertolongan) yang dimaksud sini adalah pertolongan dari Allah, agar apa yg kita lakukan sesuai dengan harapan Allah," paparnya dalam pengajian kitab Minhajul 'Abidin di Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, pada Senin (1/11/2021). 

Khadimul Ma'had mendasari penjelasannya ini dengan ayat Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 36 yang artinya, "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang bertakwa." 

Kedua, lanjut Khadimul Ma'had, melakukan introspeksi diri, yaitu dengan memperbaiki amal ibadah dan mengoreksi kekurangan-kekurangan amal tersebut. 


"Bagaimana setelah meminta pertolongan kepada Allah, kita juga lakukan perbaikan terhadap keseharian hidup kita," terang Khadimul Ma'had.
Poin kedua ini, lanjut Khadimul Ma'had, sesuai dengan atsar Khalifah Umar bin al-Khattab, yaitu, 

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا. 

Artinya: “Hisablah dirimu semua sebelum (nanti) dihisab." 

Dalam pandangannya, Khadimul Ma'had menegaskan bahwa parameter amal sudah dikatakan baik adalah jika amal perbuatan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw berikut, 

مَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ خَيۡرًا مِنۡ اَمۡسِهِ فَهُوَ رَابِحُ. وَمَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ مثل اَمۡسه فهو مَغۡبُون. ومَن كان يومه شَرًّا مِنۡ امسه فهو مَلۡعُون 

Artinya: "Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin, dialah tergolong orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang celaka." (HR. Al Hakim) 

"Jangan sampai hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin," imbuh Khadimul Ma'had. 

Ketiga, diterimanya amal ibadah oleh Allah Swt. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Ma'idah ayat 27 yang artinya, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa." 

"Jika seseorang ingin melakukan takwa kepada Allah, maka lakukan tiga intisari ini yang akan menjadi bekal di akhirat," pungkas Khadimul Ma'had. (Muhammad Abror) 

Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

1 komentar :

Unknown mengatakan...

بارك الله لكم اجمعين
Ndèrèk Ngaos Nggih 🙏