Ustadz Sholmed: Keberkahan Lahir dari Doa dan Ridho Guru


AMC - "Keberkahan lahir dari doa dan ridho guru dan kiai yang mengajar kita," begitu ujar Ustadz Sholeh Mahmoed atau terkenal dengan nama Ustadz Sholmed dalam ceramahnya pada Majelis Dzikir Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat Jakarta Sabtu malam, (07/09).

Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya ridho dan keberkahan guru. Melihat perjalanan para  pencari ilmu, Ustadz Sholmed mengambil hikmah dari sejarah murid dengan guru antara Imam Syafii dengan Imam Hanifah. Meskipun beliau memiliki pendapat yang berbeda tetapi tidak menghalangi untuk tetap menghormati gurunya tersebut, bahkan diantara beliau tidak sungkan untuk saling memuji.

Yang nggak boleh itu suul adab!” tegasnya mengenai sikap murid terhadap guru. Jadi, beliau menyimpulkan, bukan sekedar ilmu yang membuat orang sukses, tapi ada keberkahan dari ridho para kiai dan guru yang telah mendidik dengan ilmu.

Ustadz Sholmed sebagai alumni Asshiddiqiyah berpesan kepada santri untuk senantiasa hormat dan khidmah kepada kiai agar mendapat ridho dan berkahnya. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengungkapkan alasan sejak menghadiri acara tidak menempati kursi di panggung yang disediakan. Bahkan Khadimul Ma’had telah memintanya untuk naik, namun Ustadz Solmed lebih memilih duduk di bawah, dekat Ayahanda KH. Noer Muhammad Iskandar.

"Rugi kalau saya di atas," ungkapnya. "Untungnya saya di bawah, saya deket sama Abah. Dikasih air, diminum, minta doa sama Abah.  Insya Allah barokah. Kalian nggak ada yang berani kan?” candanya pada para santri. Lanjutnya, “Untung yang kedua, saya duduk di bawah bisa langsung memandang wajah habib dan orang-orang yang lisannya menyampaikan kebaikan.”

Masih dalam kesempatan yang sama, Ustadz Sholmed juga mengenalkan grup musik gambus yang dinaungi langsung oleh beliau, yakni Gambus The Sulthan. Divokalisi oleh Lia, finalis Dangdut Academy Indosiar 1 yang kini berhijrah untuk menyenandungkan sholawat dan lagu religi. Dengan bassis Zein, Didin sebagai keyboardist, Dedih memainkan biola, gitaris yaitu Gunawan dan drum oleh Aziz.

The Sulthan kemudian menampilkan salah satu lagunya yaitu 'takdir' yang diciptakan oleh Ustadz Sholmed, dan beberapa sholawat bersama para munsyid yang hadir. Santri putri kelas XII bahkan diajak berduet menyenandungkan lagu Man Ana. (Iis/L)




Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :