Nyate Bareng Santri Kuatkan Persaudaraan Mancanegara


AMC - "Sate bisa enak dimasak oleh chef dan sate juga bisa enak dimasak oleh santri," ujar Gus Mahrus ketika memberikan sambutan dalam Lomba Nyate Bareng Santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat Jakarta, Senin (12/08).

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Nyate Bareng Santri menjadi ajang silaturrahim pesantren dengan kedutaan besar negara lain yang ada di Indonesia. Kali ini, Dubes Malaysia Muhammad Naqzrul dan Dubes Taiwan Brian H. T. Ko berkesempatan nyate bareng santri. Mereka mengungkapkan sangat senang bisa menghadiri acara nyate bareng seluruh santri ini. 

Hal ini juga tampak dari antusiasme para duta besar yang turun ke lapangan bercengkerama dengan para santri. Mereka tidak segan walau asap bakaran sate memenuhi lokasi acara. Ditemani keluarga pengasuh, dewan juri dan asatidz, para duta besar mencicipi sate hasil kreatifitas para santri ini.


Menurut Brian H.T. Ko, sate merupakan makanan yang terkenal bukan hanya di Indonesia tapi juga terkenal di Taiwan. Beliau juga mengucapkan selamat Idul Adha 1440 H kepada seluruh santri. Dubes Malaysia juga memberikan pesan agar seluruh santri bersungguh-sungguh dalam belajar. Beliau juga mengungkapkan bahwa antara Malaysia dan Indonesia tak ada perbedaan, sehingga persaudaraan dan kebersamaan melalui evet-event seperti ini terus berlanjut.

Lomba ini diikuti oleh seluruh santri sebagai bentuk sukacita dan semangat santri dalam merayakan Hari Raya Idul Adha. Lomba kali ini dibuka langsung oleh Ayahanda KH. Noer Muhammad Iskandar, dengan mengucap basmalah diiringi  tabuhan beduk. Tepuk sorak dan yel-yel para santri semakin menambah semarak agenda tahunan ini. (Mila/L)





Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :