Lanjutkan Syiar Nabi Ibrahim, Santri Gelar Lomba Takbiran


AMC - Jum'at (9/8/2019) malam, Lomba Takbiran dalam rangkaian perayaan Idul Adha berlangsung meriah. Para suporter saling menyuarakan yel-yel tiap angkatan dengan kompak dan semangat. Terlebih, Khadimul Ma'had KH. Ahmad Mahrus Iskandar langsung yang menguji semangat yel-yel dari setiap supporter, baik angkatan putra maupun putri. 

Sebelum para peserta unjuk penampilan, Khadimul Ma'had menyampaikan, takbir ini tidak lain adalah ajaran Nabi Ibrahim ketika akan menyembelih putra tercintanya, Ismail. Hingga oleh Allah posisi Nabi Ismail kecil digantikan dengan domba dari surga. Lalu, Nabi Ibrahim mengucapkan Allahu Akbar dengan lantang dan Malaikat Jibril menjawabnya dengan kalimat wa lillahil hamd

"Kalian disini adalah untuk melanjutkan syiar Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS. dan malaikat Jibril" ucap beliau setelah mengisahkan sejarah takbir dan tahmid tersebut. 

Khadimul Ma'had juga berpesan agar semangat dalam takbiran ini bukan senang-senang semata tapi dengan niat syiar agama Allah dan diniati karena Allah. 

Bertempat di lapangan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat Jakarta lomba ini mengusung tema "Suarakan Melodi Takbir dan Nasyid". Tercatat 12 regu ambil bagian dalam perlombaan ini. Kreatifitas, kekompakan dan semangat mereka tunjukkan dengan semaksimal mungkin. Instrumen yang digunakan pun dari peralatan sehari-hari santri, seperti galon, gayung, gelas dan lain-lain. Meski demikian, kemeriahan memenuhi atmosfer pondok pesantren. Ditambah dengan antusiasme penonton sekaligus pendukung masing-masing regu.

Puncak acara ialah pengumuman juara. Putra, juara 1 Kelas X, juara 2 Kelas XI. Putri, juara 1 Kelas X, juara 2 Kelas IX, serta Juara Favorit Kelas VII Putra. (Iis/L)



Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :