Kuatkan Silaturrahim, Asshiddiqiyah Gelar Buka Puasa Bersama


AMC - Sabtu kemarin, bertepatan dengan 6 Ramadhan 1440 H (11/05) Asshiddiqiyah sukses gelar Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta. Buka puasa bersama alias ‘bukber’ ini dihadiri oleh Al Habib Ali Zaenal Abidin Al Kaff, jajaran Polres Jakarta Barat, para wakif, para walisantri dan alumni dari wilayah Jabodetabek. Kalangan selebritas juga turut memeriahkan bukber kali ini, diantaranya Ridho Slank, Addie MS dan Cyril Raoul Hakim atau yang kerap disapa Chico Hakim. 

“Hari ini majelis silaturrahim,” ujar Ayahanda, Kiai Noer Muhammad Iskandar dalam kalimat at-tarhibnya. Ia berharap para wakif, tamu undangan, guru, walisantri dan seluruh santri dapat menguatkan silaturrahim dengan digelarnya bukber ini. Para walisantri yang hadir bahkan  membawa berbagai menu berbuka puasa untuk dibagikan dan disantap bersama santri, terutama bagi santri asal luar Jabodetabek yang orang tuanya tidak dapat hadir.

Gus Mahrus, mendampingi ayahanda, turut menyampaikan, acara buka puasa bersama ini adalah hal yang baik bagi Indonesia, khususnya keluarga besar Asshiddiqiyah Jakarta. Setelah bulan lalu berpesta demokrasi, bulan Ramadhan ini menjadi ajang untuk kembali menguatkan persaudaraan. 

“Ini semua untuk keluarga besar Asshiddiqiyah,” ujarnya kepada hadirin. “Ini adalah acara yang baik bagi Indonesia. Kita hilangkan semua kedengkian. Kita hilangkan semua kebencian. Kita hilangkan semua permusuhan. Kita satukan lagi dalam ukhuwah islamiyah,” lanjutnya tegas.

Menyambung prakata Gus Mahrus, Purnomo, mewakili Kapolres Jakarta Barat menyatakan rasa syukur karena selama berlangsung Pemilu 2019 wilayah Jakarta Barat dalam kondisi aman. Ia juga menghimbau agar ketika mudik lebaran nanti masyarakat tetap mengikuti tata tertib lalu lintas agar selamat dalam perjalanan.


Addie MS yang dua tahun lalu memimpin ribuan santri menyanyikan lagu-lagu nasional saat perayaan Hari Santri Nasional 2017 turut mengungkapkan pengalamannya bersama santri.

"Itu merupakan pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Bersama sekitar seribu santri menyanyikan lagu Ya Lal Wathan. Getarannya masih terasa sampai sekarang," ungkapnya. Lanjutnya, "Dulu pesantren saya kira anti musik. Tapi ternyata, di pesantren musik bisa dikembangkan dalam banyak hal positif."

Acara kemudian dilanjutkan dengan kultum dari Al Habib Ali Zaenal Al Kaff. Ia berpesan kepada para santri agar istiqomah dalam menuntut ilmu. Istiqomah ini untuk melawan penyakit terbesar di Indonesia saat ini yakni banyak orang yang pintar berdakwah tapi tidak berilmu. 

Ia juga berpesan kepada para walisantri dan guru agar saling membantu dalam menjaga para santri agar istiqomah belajar. Masalahnya, jika para santri ketika di luar pesantren kembali terpengaruh lingkungan yang tidak baik, maka ketika di pesantren para guru harus berusaha lebih keras lagi, mengulang dari nol untuk mendidik mereka. 

"Mari menjadikan Indonesia penuh dengan santri yang pandai berdakwah," tutupnya bersambung dengan adzan maghrib. Seluruh hadirin kemudian serentak menikmati aneka menu berbuka puasa bersama-sama. (Lail)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.