Ribuan Santri Beribu Kreasi



AMC - Mendekati puncak kemeriahan Semarak Harlah Asshiddiqiyah ke 34, hampir seluruh agenda utama terealisasi dengan sukses. Kini giliran ajang kreativitas santri Asshiddiqiyah se-Indonesia digelar. Bertajuk Pentas Seni Santri Asshiddiqiyah acara berlangsung meriah dan penuh antusias segenap santri, Jum'at malam (12/04). Diperkirakan lebih dari lima ribu santri mengikuti pentas seini ini. Diawali penampilan paduan suara Asshiddiqiyah Batu Ceper, acara rutin santri Asshiddiqiyah se-Indonesia ini sekaligus menjadi sarana silaturrahmi tiap tahunnya.




Dalam sambutannya, Gus Mahrus Iskandar tak menyampaikan banyak kalam. Beliau hanya mengajak seluruh santri untuk membuat video ucapan harlah secara serempak, mengingat hari ini seluruh santri Abah Noer berkumpul dalam rangka memeriahkan ‘hajatan’ (red: tasyakuran) rutinan ini.

Beliau berpesan agar para santri menjadikan ini sebagai ajang silaturahmi, saling mempererat hubungan keluarga besar Asshiddiqiyah karena bagaimanapun semuanya berada dakam satu ikatan, yaitu ikatan santri Abah Noer Iskandar SQ.

"Selamat bersuka cita, tunjukkan segenap kreativitas, jadikan ini sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus syiar kita sebagai santri yang turut menjaga keamanan dan keutuhan NKRI", tegasnya terakhir kali.

Pentas seni ini menampilkan berbagai kesenian dalam dan luar negeri, di antaranya tari Saman Aceh dan marawis. Pentas seni diakhiri dengan pengumuman para juara pensi.(Lyda)




Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.