Jelang Pemilu 2019, Asshiddiqiyah Bershalawat Satukan Indonesia


AMC - Semarak Harlah Asshiddiqiyah berakhir dengan puncak acara "Asshiddiqiyah Bershalawat" pada Sabtu malam (13/04). Dimeriahkan oleh sederet tokoh pemuda berpengaruh, tak heran jika malam puncak tasyakuran ini berjalan begitu meriah. Riuh ramai jamaah yang hadir membuncah sesaat setelah grup hadroh Syubbanul Muslimin dan Syakir Daulay naik panggung. Malam puncak harlah ini pun terasa lebih spesial dengan hadirnya AKBP Jajang Hasan Basri, Kasubdit Bintip Sosdit Bimas Polda Metro Jaya.

AKBP Jajang dalam sambutannya mewakili Kepala Polda Metro Jaya mengucapkan selamat pada Asshiddiqiyah yang telah memasuki umurnya yang ke 34. Ia berharap agar ke depannya ponpes Asshiddiqiyah semakin berkembang dalam dakwahnya di seluruh Indonesia baik formal maupun nonformal, juga semakin mendapat banyak dukungan umat.

Ia mengutip ayat 32 surah al-Maidah: "Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya".

Dari ayat tersebut ia berdalih bahwa yang bertugas melindungi tidak hanya polisi saja, namun seluruh manusia juga berkewajiban saling melindungi satu sama lain. Dengan saling melindungi terciptalah ketentraman, karena tanpanya manusia tidak dapat beraktivitas dengan sehat. 17 April nanti merupakan puncak pesta demokrasi (red-pemilu 2019), maka ia tegaskan pada seluruh jamaah bagi yang sudah memiliki hak pilih untuk menggunakannya di TPS daerahnya.

Tak bosan ia terus mengajak masyarakat agar ikut serta dalam suksesi pemilu 2019 ini demi masa depan bangsa Indonesia. Terkhusus untuk para santri, ia berpesan untuk selalu crosscheck akan berita yang belum jelas benar tidaknya sehingga meminimalisir adanya hoax merajalela.

"Kita adalah satu, bersatu dalam agama Islam dan bersatu dalam bangsa, bangsa Indonesia", tutupnya. (Lyda)





Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.