Milenial Cinta Rasulullah bersama Syubbanul Muslimin dan Syakir Daulay


AMC - Malam puncak tasyakuran semarak Harlah Asshiddiqiyah ke-34 sukses digelar Sabtu malam (13/04). Dimeriahkan oleh Syubbanul Muslimin, Habib Ali Zainal Abidin al-Kaff, Gus Ahmad Kafabihi Lirboyo, Gus Ma'shum Langitan, Gus Hafidzul Hakim Noer, Abdul Hadi Noer, Syakir Daulay, AKBP Jajang Hasan Basri dari Polda Metro Jaya dan sederet tokoh lainnya.

Gus Mahrus Iskandar, pengasuh ponpes Asshiddiqiyah Jakarta mengungkapkan tema agenda kali ini ialah shalawat dari millenial Indonesia, sebab beberapa tokoh pemuda turut hadir memeriahkan "Asshiddiqiyah Bershalawat" ini.

Beliau juga tak lupa mengingatkan seluruh yang hadir agar menentukan hak suaranya demi terwujudnya masa depan Indonesia yang cemerlang dalam pemilu 2019, 17 April mendatang. Beliau tegaskan shalawat ini untuk Indonesia agar selalu diberi keberkahan, keamanan dan keselamatan oleh Allah swt sehingga terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

"Niatkan shalawat ini karena cinta pada Allah swt & Rasul-Nya, lalu cinta akan negara Indonesia, " pesannya pada segenap santri.


Syakir Daulay pun mengaminkan apa yang dipesankan beliau. Syakir pula berujar bahwa siapa saja yang menginginkan kehidupan yang baik maka agar memperbanyak bershalawat. Karena menurutnya, siapapun yang cinta Rasulullah saw pasti hidupnya bahagia. Syakir dalam prakata singkatnya mengatakan pada para santri untuk selalu mengikuti para ulama, diiringi dengan banyak bershalawat maka limpahan cinta Allah swt akan datang padanya. Bersama Gus Azmi dan Ahkam, ia pun melantunkan beberapa shalawat. (Lyda)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.