Dukung Karya Seni Anak, Asshiddiqiyah Gelar Lomba Menggambar dan Mewarnai


AMC - Rangkaian acara Semarak Harlah Asshiddiqiyah, Lomba Menggambar & Mewarnai resmi dilaksanakan pada Sabtu pagi (20/04). Acara rutin tahunan ini terus berlanjut pasca jeda satu minggu. Bertemakan "Generasi Millenial yang Sportif, Sehat, Kreatif dan Berprestasi bersama Santri", acara sukses diikuti oleh ratusan peserta. Kak Tony dan berbagai penampilan santri menghibur peserta di sela-sela lomba.

Sesaat sebelum acara dibuka, tata tertib dibacakan oleh panitia mulai dari aturan ukuran kertas, hasil karya peserta harus sesuai dengan tema acara, hingga tidak diperkenankan menggunakan alat gambar bermerk tertentu.


Gus Mahrus Iskandar saat membuka acara menyampaikan lomba ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, sukacita serta syiar pesantren Asshiddiqiyah di usianya yang ke-34. Beliau memotivasi peserta yang terdiri dari anak-anak TK & SD sederajat agar mensyukuri berbagai nikmat karunia Allah swt dengan mengembangkan kreativitas serta berlomba lomba dalam kebaikan. Beliau juga berharap agar peserta menggambar dan mewarnai dengan baik, sehingga kelak beberapa dari mereka mampu menjadi ahli seni terbaik di Indonesia.

Beliau juga mengajak para peserta agar memulai perlombaan ini dengan bacaan basmalah agar mendapatkan hasil terbaik dan terindah. 

"Kalian mewakili generasi muda yang baik, tunjukkan bahwa kalian mampu membanggakan Indonesia," pesannya pada seluruh peserta.

Selanjutnya Bapak Rudi Budiman sebagai juri perlombaan menggambar mewarnai menambahkan penjelasan mengenai ketentuan tata tertib pada para peserta, seperti gambar harus diwarnai secara keseluruhan. Hasil mewarnai yang juga sebagai kriteria penilaiannya yaitu harus rapi, bersih dan komposisi warnanya seimbang. Pensil warna juga hanya merk tertentu yang diperbolehkan untuk digunakan peserta lomba mewarnai ini. 

"Aturan tersebut jangan dianggap sebagai batasan, tetapi jadikan sebagai tantangan. Walau menggunakan alat warna sederhana, namun kalian mampu menghasilkan karya seni yang bagus," tegasnya pada para peserta.(Lyda)






Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.