Harlah ke-34, Azzahir Sukses Guncang Asshiddiqiyah Bershalawat


AMC - Al Habib Ali Zainal Abidin Assegaf bersama Azzahir sukses guncang Asshiddiqiyah semalam, Kamis (25/04). Dalam acara Tadabbur Hari Lahir Asshiddiqiyah ke-34 dan Haflatul Ikhtitam, Azzahir hampir dua jam bershalawat bersama jamaah yang hadir.

"Hadirnya kami-kami semua beserta mudah-mudahan menambah keberkahan pesantren. Memberi warna baru bagi Asshiddiqiyah Bershalawat jika sebelumnya Habib Syech dan Ahbababul Musthofa juga Syubbanul Muslimin, kali ini Azzahir berkesempatan hadir," ujar Al Habib Ali Zainal Abidin Assegaf sebelum mulai melantunkan suara indahnya.


Para jamaah yang memenuhi lapangan dan masjid tampak bersemangat ikut melantunkan shalawat diiringi musik hadrah. Ribuan jamaah yang hadir ini tidak hanya keluarga besar pesantren, melainkan dari masyarakat luar. Mereka datang berbondong-bondong sejak sore hari memenuhi area pesantren.

Setelah membaca shalawat bersama Azzahir, Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya hadir menyapa jamaah. Hadirnya Habib Luthfi disambung dengan pembacaan Pancasila seluruh jamaah yang dipimpin oleh Letkol Arh Jatmiko Adhi Dandim 0503 Jakarta Barat. Sebagaimana dinantikan para jamaah, Habib Luthfi menyampaikan mau’izhah hasanah. Jamaah mendengarkannya dengan khuidmat. Habib Luthfi menekankan agar semua rakyat Indonesia lebih mencintai bangsa sebagaimana meniru cinta Rasulullah SAW. terhadap negerinya, Makkah dan Madinah. Cinta bangsa ini adalah cara santri meneruskan perjuangan ulama terdahulu yang telah berjuang untuk berdirinya Indonesia.


Lebih khusus, Habib Luthfi berpesan agar peringatan Tadabbur Hari Lahir Asshiddiqiyah ke-34 ini menjadi titik peringatan bahwa seluruh keluarga besar pesantren bertanggung jawab membawa nama Asshiddiqiyah. Habib Luthfi memimpin seluruh jamaah untuk membacakan Al-Fatihah yang ditujukan kepada Abah KH.  Noer Muhammad Iskandar sebagai bukti cinta terhadap Asshiddiqiyah. (Lail)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.