Haflatul Ikhtitam Titik Awal Jadi Santri Sejati



AMC -  Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat Jakarta kembali gelar Haflatul Ikhtitam semalam, Kamis (25/05). Haflatul Ikhtitam kali ini diikuti oleh wisudawan-wisudawati MA Manbaul Ulum angkatan ke-30 sebanyak 94 orang, putra 50 orang dan putri 44 orang, Ma'had Aytam angkatan ke-6, putra 9 orang dan putri 2 orang.

Khadimul Ma'had Asshiddiqiyah Jakarta, KH. Ahmad Mahrus Iskandar berpesan, wisudawan dan wisudawati agar selalu menjaga nama baik pondok pesantren dan menjaga silaturahmi dengan kiai, guru dan seluruh keluarga besar Asshiddiqiyah.

“Ini adalah awal silaturahmi kalian, ketika nanti keluar dari pesantren,” ujar Gus Mahrus tegas.

Ia juga menegaskan bahwa wisuda ini juga bukan akhir silaturahmi bagi para wisudawan, melainkan sebagai awal silaturahmi setelah melepas status santri Asshiddiqiyah menjadi alumni Asshiddiqiyah. Ia berharap agar para wisudawan dan wisudawati untuk tidak pernah melupakan do'a khusus untuk kiai dan guru-guru, selalu menjaga ibadah dimanapun berada dan tidak melepas gelar santri ketika sudah di luar pesantren karena tantangan dan cobaan akan jauh lebih besar daripada ketika masih di pondok pesantren.

“Jangan sampai perjuangan Abah dilupakan oleh para santri. Langkah kalian ke depan akan lebih susah, jalan kalian akan lebih susah. Jaga nama baik pesantren, jangan lupa berdoa untuk guru guru kita, wa bil khusus untuk ayahanda KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ,” harapnya pada para santri mewakili Abah Noer yang tidak dapat hadir karena sedang sakit. Namun Abah Noer  tetap mendoakan para santri.

“Insya Allah sepuluh dua puluh  tahun yang akan datang dari mereka akan muncul orang-orang sukses yang membanggakan agama Islam. Saya harap ini jadi awal kalian jadi santri sejati,” ujarnya mantap.

Selanjutnya, Khadimul Ma'had memimpin pembacaan ikrar alumni. Dengan demikian, mereka sudah resmi menjadi bagian dari alumni Asshiddiqiyah yang akan melanjutkan pembelajaran ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu, para wisudawan juga mendapat buku Tabungan Millenial dari Bank BNI Syariah. Habib Zein Assegaf, Ketua BNI Syariah Cabang Kebon  Jeruk memberikan langsung buku tabungan tersebut  kepada para wisudawan. Acara dilanjutkan dengan simbolik serah terima alumni dengan Ketua IKLAS H. Zein. Lalu diakhiri dengan sesi foto bersama Ibu Nyai Nur Djazilah, Gus Mahrus Iskandar dan Ning Zidna Khoiro Amalia, serta para wakif dan kepala sekolah. (Mila/L)




Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.