3 Amalan yang Paling Dicintai Allah


AMC - Dalam kehidupan manusia ada 3 hal yang paling dicintai Allah. Suatu ketika  Ibnu Mas’ud R.A bertanya kepada Rasulullah SAW.
يا رسول الله ايُّ عمل أحب الى الله؟
Wahai Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai oleh Allah? Rasulullah bersabda:
الصلاة على وقتها
"Shalat tepat pada waktunya"
ثم ايّ؟
"Kemudian apalagi?"

Rasulullah bersabda:
برّ الوالدين
"Berbuat baik kepada kedua orang tua"
ثم ايٌّ؟
kemudian apalagi?
الجهاد في سبيل الله
Rasulullah bersabda: "Jihad di jalan Allah". (HR. Bukhari)

1. Sholat pada waktunya
Kita sebagai santri sudah biasa melakukan shalat berjamaah 5 waktu dalam sehari, apalagi di pondok pesantren. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjadi penggerak di masyarakat kelak setelah keluar dari pondok dan mengamalkan ilmunya.  Santri yang multifungsi karena tantangan di masyarakat sangat besar. Santri diharapkan kelak dapat menjadi panutan, karena kerasnya tantangan di masyarakat lebih keras dari kerasnya pendidikan di pondok pesantren.

2. Menghormati kedua orangtua
Orang tua adalah orang yang wajib kita hormati. Dalam  QS An-Nisa ayat 36 disebutkan:

 وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا...

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang tua." (Q.S An-Nisa: 36).

3. Jihad di jalan Allah
Jihadnya seorang santri yaitu dengan menuntut ilmu, sehingga kelak di masa depan tidak menjadi anak yang rusak.
 ___________________________________
Catatan ceramah KH. Nur Ali Al-Bekasi di Majlis Dzikir Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, (Sabtu 02/03). (Mila)

Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.