Merah Putih 700 M, Kado HSN 2018 Asshiddiqiyah Untuk Indonesia


AMC - Bendera Merah Putih sepanjang 700 M jadi ikon syiar santri Asshiddiqiyah dalam peringatan Hari Santri Nasional 2018. Dibuka secara resmi oleh Gus Mahrus Iskandar selaku Khadim al-Mah’ad Asshiddiqiyah Pusat, prosesi pembentangan bendera dimulai sejak pukul 8 pagi.

Beliau mengatakan bahwa bendera sepanjang 700 M mempunyai arti yang sangat dalam. Kenapa 700 M? Angka 7 merupakan angka ganjil yang diartikan pula sebagai 7 lapisan langit untuk menembus 'Arsy, dan Allah menyukai angka-angka ganjil.

“Insya Allah, mewakili doa santri dan ulama melalui pembentangan bendera ini , Indonesia selalu dijaga oleh Allah sebagai negeri aman dan damai,” ujarnya sebelum pembentangan dimulai.

Ia menambahkan, pembentangan bendera ini menjadi kado dari santri Asshiddiqiyah untuk bangsa Indonesia. Ini merupakan penggabungan santri dan cinta NKRI yang ia sebut sebagai surganya dunia.
 Antusias para santri menyambut Hari Santri Nasional ini terlihat ketika menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Rayuan Pulau Kelapa, dan Mars Yalal Wathon. Santri putra maupun putri, asatidz dan para tamu undangan yang hadir,  bersemangat menggemakan ketiga lagu ini di sepanjang jalan panjang. Sehingga rasa lelah mereka tergantikan karena suksesnya acara kali ini.

Perwakilan Kapolres Jakarta Barat, utusan Dubes Singapura dan aktor Tomy Kurniawan ikut menghadiri Peringatan Hari santri di Asshiddiqiyah pusat ini. Dipenghujung acara penutup dan do'a oleh Ayahanda Dr. KH. Noer Muhammad, SQ. sekaligus mengomandoi pelepasan pembentangan bendera merah putih dijalan panjang sepanjang 700 M, selama 14 Menit dan pelipatan bendera selama 18 Menit.

Pembentangan bendera Merah Putih 700 M ini adalah puncak dari peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah. Sebelumnya, serangkaian acara telah terlewati dengan lancar. Diawali dengan Asshiddiqiyah Cinta Rasul yang dihadiri oleh Syeikh Anis Abu Jaish dan Al-Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff, kemudian dilanjutkan Pawai Obor serta Festival Lampion tadi malam. (Mila/L)

Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

2 komentar :

Unknown said...

👌👌👌👌👌👌👌 best ever

Fatih said...

Hampir 1km