Asshiddiqiyah Cinta Rasul: Berkah Shalawat sebagai Daf’u al-Bala’ Untuk Indonesia


AMC - Kalimat 'Alhamdulillah' dan rasa syukur terucap dari Khadimul Ma'had Asshiddiqiyah Pusat Kiai Ahmad Mahrus Iskandar karena kedatangan tamu istimewa, yaitu Syeikh Anas Abu Jaish dan Al-Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff dalam rangka menyambut HSN dan Maulid Nabi Muhammad SAW, 

Semalam, Rabu (17/10), Gus Mahrus, sapaan akrabnya,  mengajak para santri bershalawat bersama. Bertajuk Asshiddiqiyah Cinta Rasul, ia menyebutnya sebagai ijtima' mubarak (pertemuan yang penuh barokah). 

Pada kesempatan ini beliau mengatakan bahwasannya kecintaan kepada Allah dan Rasulullah SAW serta kepada Ahlul Bait akan menambah kenikmatan iman dan islam kita. 

Beliau menceritakan kisah sahabat Nabi yaitu Salman Al-Farisi, bahwasannya Salman Al-Farisi ini termasuk salah satu sahabat yang ke-mahabbah-annya kepada Rasulullah SAW sangat tinggi sampai disebut Ahlul Bait. 

Hingga suatu ketika ini kejadian sama terjadi pada masa Habib Umar bin Abdurrahman Al-Athos. Ketika itu ada Syeikh Ali Baros yang kemahabbahannya kepada Habib Umar bin Abdurrahman Al-Athos sangat tinggi sampai disebut juga Al-Farisi pada zaman beliau karena cintanya kepada Ahlul Bait/keturunan keluarga baginda Rasulullah SAW.

Dengan mengutip sabda Rasul SAW yang bermakna "seseorang itu bersama orang yang dicintainya", beliau mengajak para santri untuk bersholawat kepada Rasulullah, beserta keluarga dan sahabatnya. Beliau juga menambahkan bahwa kelak, orang yang bershalawat akan mendapatkan syafaat di hari kiamat karena Rasulullah akan bersama orang yang mencintainya dan dicintainya. 

Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk mendoakan keselamatan negara Indonesia dari bencana yang akhir-akhir ini sering terjadi.


“Bulan Safar ini, kita bershalawat sebagai daf’u al-bala’ untuk bencana yang sering terjadi. Sekalipun sedikit, semoga bisa memberkahi jutaan orang,” ujar Gus Mahrus mengawali acara. Dikatakannya, shalawat sebagai bentuk cinta Rasulullah ini diharapkannya dapat memberkahi para santri dan seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk keamanan Jakarta.

Semoga kita termasuk orang-orang yang dicintai Rasulullah dan kelak mendapatkan syafaat darinya.. Aamiin
(Mila/L)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.