Sambut Tahun Baru Islam 1440 H, Apa yang Perlu Dipersiapkan?


AIC (JKT) - Tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H tinggal menghitung hari, yakni bertepatan dengan hari Selasa (11/09/2018). Untuk mensyukuri perayaan ini, apa sih yang paling utama disiapkan?

Bacaan doa akhir dan awal tahun merupakan hal utama yang perlu disiapkan. Santri Asshiddiqiyah sudah mempersiapkan ‘pintu gerbang Hijriyah’ ini jauh-jauh hari. Ya! Doa tersebut terdapat dalam buku Majmu’ Amaliyah Ahlus as-Sunah wa al-Jama'ah, yakni sebuah buku kumpulan doa, dzikir, shalawat, surat-surat pendek dan semua yang amaliyah keseharian para santri.

Senin yang akan datang (10/09), menjelang maghrib para santri akan membaca doa akhir tahun diulang sampai tiga kali secara berjamaah. Kenapa berjamaah? Selain dibaca sendirian, membaca doa bersama juga akan lebih menguatkan semangat dalam beribadah, terutama santri yang identik dengan kebersamaan. Lafadz doa awal tahun sebagai berikut: Setelah shalat maghrib berjamaah, para santri langsung membaca doa awal tahun.
Lafadz doa akhir tahun sebagai berikut:

وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِيْ عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَ لَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ ، وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جَرَأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَﻣَﺎ عَمِلْتُهُ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻣِمَّا ﺗَﺮْﺿَﺎﻩُ ﻭَﻭَﻋَﺪْﺗَﻨِﻲْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ الثَّوَابَ ، ﻓَﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ اَللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا ذَاالْجَلَالِ وَلْاِكْرَامِ. ﺃَﻥْ ﺗَﺘَﻘَﺒَّﻠَﻪُ ﻣِﻨِّﻲْ، ﻭَﻻَ ﺗَﻘْﻄَﻊْ ﺭَﺟَﺎﺋِﻲْ ﻣِﻨْﻚَ ﻳَﺎ ﻛَﺮِﻳْﻢُ ، ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَصَحْبِهِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Selanjutnya, setelah maghrib para santri akan membaca doa awal tahun, lafadznya sebagai berikut:

وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ َنسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Kegiatan wajib tahunan ini tidak lain untuk mengharapkan ridho Allah bagi para santri, serta umat Islam secara menyeluruh. Selain membaca doa awal dan akhir tahun, diimbangi juga dengan interospeksi diri tentang amal yang diperbuat selama setahun, lalu memperbaiki diri di tahun baru yang akan datang, serta tidak lupa selalu berdoa kepada Allah agar selalu menjaga kita di jalan yang benar.

Semoga amal sholeh kita semua setahun lalu, dan setahun yang akan datang diterima oleh Allah SWT. Amiin. (Lail)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

1 komentar :

Unknown said...

Alhamdulillah dapat tambahan ilmu lagi,..