Munajat Prajurit Ayat


Munajat Prajurit Ayat

Enam ribu lebih bayyinah-Mu memeluk jagat.
Setiapnya adalah ruh, 
hidup.
Mereka menari-nari cantik,
menenangkan hati,
menyejukkan sukma.

Hamba kecil kembali merengkuh mushaf.
Pagi dan senja jadi kesayangan.
Malam dan siang jadi kekuatan,
membangun benteng hati dan ingatan.

Para prajurit kembali menghadap medan tempur,
berpenggada hati,
berparang lisan dan akal,
melawan antipoda nurani demi mutiara hati.

Tuhan, 
prajurit kecil bersimpuh bersandar hati,
memejam gusar,
memacu asa,
melaporkan perjuangan.
Dalam butir-butir ketetapan-Mu, 
dengan terseok, 
tersandung, 
terjungkal,
para prajurit terus merangkul petunjuk-Mu.

Dini hari, musuh datang lagi.
Sedang para prajurit tak bosan meminang restu,
mengharap penjagaan-Mu,
selama hayat dikandung tubuh,
sampai ajal datang menyentuh.
__________________________________________

Teruntuk seluruh prajurit yang menjaga ayat Allah,
dari Laila El Faza (revisi dari salah satu puisi dalam buku Rumah Para Pemimpi)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.