Abah Cup 2017, Ajang Silaturrahmi Alumni

Asshiddiqiyah

AMC-Jakarta
IKLAS (Ikatan Alumni Keluarga Asshiddiqiyah) persembahkan Abah Cup sebagai ajang silaturrahmi para alumni. Enam belas angkatan telah terdaftar sebagai tim yang akan bertanding selama sebulan.

Gebrakan dari Departemen Olahraga  bertujuan agar para alumni dapat kembali ke pesantren dan memperkuat hubungan bagi setiap angkatan.

“Dengan adanya Abah Cup kita berharap alumni bisa bersilaturrahmi. Alumni bisa kompak, alumni bisa kembali ke pesantren," jelas Ketua IKLAS, H. Zein yang ditemui kemarin (09/08).

“Gak ada istilah menang siapa. Yang juara siapa,” tegasnya.
Futsal sebagai laga perdana Abah Cup ialah sarana untuk mengenalkan para alumni pada santri. Banyak alumni yang berasal dari luar Jawa, seperti Kalimantan, Ambon dan Sulawesi.

Pertandingan futsal menjadi laga utama dalam Abah Cup perdana. Kedepan mungkin akan lebih banyak cabang olahraga yang dipertandingkan.

Kyai Noer juga sangat apresiatif akan event ini. “Bahkan Abah sampai mau beliin pialanya,” ungkap H. Zein.

Selain itu Abah Cup juga  memberi semangat para santri agar lebih rajin mengaji di pesantren. 

"Alumninya saja senang kembali ke pesantren. Maka para santri harus lebih dari itu." (LF)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.