Kirab Santri sebagai Tanda Cinta untuk RI

Restara
Kirab Santri Ponpes Asshiddiqiyah 

AMC- Kemarin pagi Jalan Panjang Kedoya menjadi saksi ramainya Kirab Santri Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta Sabtu (22/10). Khodimul Ma’had KH. Ahmad Mahrus Iskandar membuka puncak perayaan Hari Santri Nasional yang dihadiri pejabat setempat.

“Kirab Santri ini tanda cinta kami kami untuk Republik Indonesia,” ujarnya sembari memohon doa untuk kemakmuran Indonesia.

Camat Kebon Jeruk yang turut hadir dalam sambutannya berkata, "Semoga para santri kelak muncul sebagai pemimpin bangsa.

Mereka diharapkan bisa menjadi agen perubahan yang baik. Hal itu dapat terwujud dengan ilmu, skill dan etika yang baik.

Semarak Hari Santri dilanjutkan dengan pembagian Mushaf Al Qur’an. Bank Mega Syari’ah bersama artis-artis ibu kota, yakni  Melly Goeslow dan suami, Zaskia Sungkar serta Olla Ramlan mewakafkan 5100 mushaf untuk umat Islam di Indonesia Timur dan masjid sekitar pesantren.

Sore hari, para santri mengadakan Pegelaran Seni Santri sebagai ajang khusus penampilan aksi mereka. Marawis, Akapela, drama dan lain-lain ditampilkan sebelum waktu Maghrib tiba. Sebagai penutup, film pendek karya Asshiddiqiyah Media Center di putar dalam acara Nonton Bareng untuk menutup malam Hari Santri Nasional tahun ini. Santri Lahir untuk Negeri. (LF)




Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.