Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Puluhan Guru Ikuti Workshop “Lesson Study”


AIC(JKT)
      Sampoerna University menggelar workshop “Lesson Study” di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, Senin (30/05/16). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh puluhan guru dari Jabodetabek.
     Maryam Mursadi, Fasilitator workshop menjelaskan bahwa Lesson Study merupakan kegiatan untuk meningkatkan pembelajaran di sekolah. “Awalnya kegiatan ini dipopulerkan di Jepang, bermula ketika para guru menemukan banyak hambatan saat mengajar di kelas. Kemudian mereka berkumpul dan berdiskusi untuk mencari solusi,  akhirnya dibentuklah Lesson Study ini”. Ungkap wanita yang akrab dipanggil Maryam itu.
     Ahmad Mubin, salah satu peserta asal Depok, mengaku senang mendapat kesempatan mengikuti workshop tersebut. “ Saya senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini, pengalaman ini nantinya akan saya ajarkan kepada murid-murid saya di Depaok.” Ujar pria paruh baya itu.
     Dalam kegiatan tersebut, mereka dipersilahkan untuk mengutarakan keluh kesah serta hambatan yang mereka hadapi ketika mengajar di kelas, kemudian didiskusikan bersama kelompoknya untuk dicari solusinya.
      Tidak hanya teori, materi yang diberikan langsung dipraktikkan di beberapa kelas di pondok pesantren Asshiddiqiyah. Masing-masing kelompok menggunakan metode yang berbeda. Misbahul Aziz misalnya, ia bersama kelompoknya  mengajar di kelas XI Putra. Peserta didik dipersilahkan untuk menonton video tentang tata cara sholat, kemudian mereka harus menyimpulkan serta menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh gurunya.
     Berbeda dengan Ahmad Mubin yang mengajar bahasa Inggris di kelas XI Putri. Ia menempelkan sebuah gambar makanan di papan tulis, lalu setiap anak diharuskan menulis satu kosa kata yang berkaitan dengan gambar tersebut. Dengan antusias, para siswa maju satu persatu menulis kosa kata yang diinginkan.
     Sementara Herningsih dengan metode nyanyiannya praktik mengajar di kelas VIII SMP.  Metode ini cukup mampu menarik perhatian para siswa. Terbukti saat ia menerangkan, seluruh perhatian siswa tertuju padanya serta menirukan setiap nada yang dinyanyikan oleh Ibu Her. (Rumadie)























Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :