Meneladani Peran Penting Para Sahabat Rasul, Khususnya Perempuan


AMC- Secara umum buku ini mengisahkan tentang para sahabat (baik laki-laki maupun perempuan), di mana keduanya memiliki peran yang sangat besar dalam sejarah Islam. Akan tetapi selama ini kisah-kisah yang sering diperbincangkan atau dituliskan lebih condong kepada kaum laki-laki, padahal perempuan memiliki peran yang besar dalam sejarah.

“Apakah para perempuan hanya bergelut di dapur, atau memetik kurma?. Tentu saja tidak. Mereka punya peran yang besar dalam sejarah seperti, menjadi perawat di medan perang, menjadi delegasi, bahkan menjadi pengawas pasar. Hal ini menunjukkan jauh sebelum isu feminisme diangkat Rasulullah Saw telah menyetarakan antara kaum laki-laki dan perempuan,” ungkap Imam Syafi’i dalam acara bedah buku, “Tiga Malam Bersama Penghuni Surga,” di Perpustakaan Asshiddiqiyah Jakarta, Jum’at, (8/9).

Dalam acara tersebut Jajang Hartono juga menceritakan salah satu sahabiyat yang paling menarik dalam buku tersebut yaitu Shafiyah. Ia adalah seorang wanita tangguh dan berpendirian kuat. Suatu ketika di saat Rasulullah dan pasukan muslimin terdesak, secepat kilat bibi Rasul itu melompat dan mengambil pedang milik seorang muslim yang lari ketakutan, lalu ia masuk ke medan peperangan tanpa rasa takut. Keberaniannya itu bahkan mengalahkan sebagian laki-laki yang ikut berperang.

Melanjutkan materinya, di sisi lain di kalangan sahabat laki-laki ada seorang pemuda Anshar yaitu Abdullah bin Amar bin Ash yang disebut-sebut oleh Rasulullah masuk surga. Penasaran dengan hal tersebut seorang laki-laki bertamu selama tiga malam ke rumah Abdullah. Setelah berlalu tiga malam ia tidak kunjung menemukan ibadah istimewa yang dilakukan pemuda itu. Ia pun memutuskan untuk menanyakannya langsung. Pemuda itu pun menjawab tidak ada ibadah istimewa apa pun yang ia lakukan selain hatinya yang tidak menyimpan rasa dengki sedikit pun ketika seorang muslim mendapatkan nikmat. Di saat orang tersebut dalam keadaan susah maka ia akan membantu sebisanya, jika tidak maka ia akan mendoakannya. Kisah inilah yang memberi inspirasi penulisan judul buku ini.

Setiap kisah yang diceritakan dalam buku tentu memiliki nilai moral value, misal sahabat Abu Bakar yang di kenal dengan kesabaran dan dedikasinya, sahabat Umar dengan sifat tegasnya, Usman dengan sifat dermawannya, Shafiyah dengan sifat tegas dan kuat pendiriannya. Di dalam al-Qur’an sendiri ada 118 ayat yang menceritakan hikmah-hikmah orang terdahulu. Salah satunya firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 66 yang artinya: Maka  Kami jadikan (yang demikian itu) peringatan bagi orang-orang pada masa itu dan bagi orang-orang yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.  

Penerbitan buku ini membutuhkan proses yang sangat panjang. dimulai dari pengiriman naskah oleh Fuad Abdurrahman, selaku penulis kepada tim editor. Naskah tersebut dicek apakah sesuai dengan sejarah yang ada dalam agama Islam. Setelah naskah tersebut diterima oleh tim editor maka penyuntingan pun dimulai yang diawali dari judul, proses pemilihan judul yang menarik pun dilakukan.

“Untuk judul tidak langsung seperti yang tertera di dalam buku. Awalnya judul buku tersebut adalah  “Kisah-kisah Romantik Sahabat dan Sahabiyat Dalam kehidupan Nabi Muhammad Saw.” Akan tetapi judul tersebut dianggap kurang menarik, sehingga dilakukan pengumpulan berbagai ide. Akhirnya disepakati buku tersebut berjudulTiga Malam Bersama Penghuni Surga. Judul tersebut terinspirasi dari salah satu kisah sahabat yang diceritakan di dalam buku,” tutur Jajang selaku editor Rene Islam. (Robiah)

Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :