Perayaan 1 Muharram Bukan Hal Remeh


AMC - "Bagaimana kita bisa disebut sebagai orang yang sayang pada agama, jika menganggap pergantian tahun Hijriah saja sebagai hal yang biasa, bahkan remeh," ujar Khadimul Ma'had sebelum memimpin pembacaan do'a akhir tahun dan do'a awal tahun bersama, Rabu (19/08). Lanjutnya, sesungguhnya jati diri orang Islam ada pada bulan Hijriah, dimana pada bulan hijriah ini Rasulullah saw. hijrah dari Makkah ke Madinah. 

Merayakan Tahun Baru Islam 1442 H,  keluarga besar Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat Jakarta yang sedang berada di rumah juga dapat mengikuti pembacaan doa via Zoom Meeting dan disiarkan akun-akun media sosial resmi pesantren. 

Sebagai agenda wajib, tradisi berpuasa pada akhir bulan Dzulhijjah dan awal dari bulan Muharram ini, dilaksanakan oleh para santri dan keluarga pesantren. Amalan ini juga dianjurkan oleh Rasulullah Saw. bahwa setelah puasa Ramadhan ada puasa yang lebih utama (afdhal), yaitu puasa Muharram. 

Berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah:  

جاء رجل إلى النبي ضلى الله عليه وسلم فقال: أي الصيام أفضل بعد شهر رمضان؟ قال:  شهر الله الذي تدعونه المحرم 

"Seseorang datang menemui Rasulullah SAW, ia bertanya: 'Setelah Ramadhan, puasa di bulan apa yang lebih utama?' Nabi menjawab, ‘Puasa di Bulan Allah, yaitu bulan yang kalian sebut dengan Muharram,” (H.R. Ibnu Majah).



Pembacaan doa dimulai pukul 17.30. Doa akhir tahun dibaca tiga kali, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Ratibul Haddad hingga kumandang adzan Maghrib. Setelah berbuka puasa dan shalat Maghrib berjamaah, doa awal tahun dibaca tiga kali.

Tidak sampai disitu, Khadimul Ma'had juga mengajak para santri untuk melaksanakan shalat tasbih berjamaah yang dilaksanakan ba'da isya. Semua amalan ini tampak dilaksanakan dengan lancar dan penuh khidmat. 



Semangat malam tahun baru terus diekspresikan para santri dan tim media pesantren dengan membuat formasi tulisan 1442 menggunakan lighting

Taqabbala Allah minna wa minkum taqabbal ya karim wa kullu aa'min nahtu wa iyyakum insya Allah min kulli khair wal-afiyati wafii sihhatin insya Allah. Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1442 H.(Hani/Mila)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :