D-Day of Semarak Harlah Asshiddiqiyah ke-34


AMC - Rangkaian acara Semarak Harlah Pondok Pesantren (PP) Asshiddiqiyah ke-34 resmi dimulai hari ini, Kamis (11/04). Puncak kemeriahan kegiatan tiga hari kedepan tampak dari luar pesantren. Warna-warni puluhan stand bazaar dan spanduk menghiasi Jalan Panjang Kedoya Utara Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Pagi tadi, Haul Akbar mengawali kegiatan Harlah Asshiddiqiyah tahun ini. Para ustadz dan para santri berdoa bersama di masjid dan makam para wakif setelah shalat shubuh berjamaah. Serangkaian doa ditujukan kepada para ulama dan seluruh keluarga besar Asshiddiqiyah yang telah wafat.

Kemudian, kegiatan Dialog Kebangsaan bersama Polda Metro Jaya dan Dandim Jakarta Barat menjadi wadah santri menambah wawasan kebangsaan. Diadakan di lantai 2 Gedung Pendopo Asshiddiqiyah Jakarta, dialog ini mengusung tema "Menangkal Radikalisme dan Terorisme". Antusias ratusan santri yang hadir acara tersebut semakin meningkat ketika sesi tanya jawab dengan sang pembicara, Komandan Koramil Kebon Jeruk, Kapten Edi Suroso.



Setelah Dialog Kebangsaan, acara disambung dengan pembukaan bazaar yang dihadiri segenap pimpinan, santri dan seluruh peserta bazaar. Abah Noer Iskandar dan Gus Muhsin membuka bazaar selama tiga hari kedepan secara resmi. Masyarakat sekitar pesantren dan para santri tampak ramai berbelanja dan mengunjungi stand-stand bazaar. Berbagai produk yang ditawarkan di antaranya aneka kuliner, pakaian, kosmetik, aksesoris dan lain sebagainya.
  

Tidak hanya itu, di hari pertama Semarak Harlah ke-34 ini, Asshiddiqiyah  kedatangan tamu khusus, Syech Yaseer dari Syiria. Ia kemudian ber-muwajahah (red. tatap muka) dan memberikan tausiyah singkat setelah shalat Zhuhur berjamaah di masjid.

Nanti malam, rangkaian Semarak Harlah Asshiddiqiyah ke 34-berlanjut dengan dilangsungkannya teleconference Khataman al-Qur'an Nasional yang berpusat di PP. Asshiddiqiyah Pusat Jakarta. Seluruh cabang Asshiddiqiyah bersama IKLAS (Ikatan Keluarga Alumni Asshiddiqiyah) Indonesia dan Mesir akan berkumpul dalam teleconference tersebut untuk melaksanakan Khataman al-Qur'an secara serempak.(L/Lyda)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.