Ilmuwan Muslim, Sesepuh Peradaban Dunia


AMC - Ilmuwan merupakan julukan bagi orang yang terkenal dengan kualitas keilmuan yang dimiliki. Dalam sejarah peradaban dunia, para ilmuwan muslim bukan saja menorehkan nama, melainkan menjadi tonggak awal lahirnya  ilmu-ilmu penting dalam peradaban dunia. Para tokoh muslim ini tidak hanya ahli dalam keilmuan umum, namun terlebih dahulu didasari dengan ilmu agama Islam yang kuat, baik sejak dari lahir dalam lingkungan keluarga Islam, maupun setelah menjadi muallaf. 

Begitu banyak cabang keilmuan yang menempatkan tokoh Islam sebagai panutannya. Namun disini, kita hanya akan membahas dari beberapa bidang saja.

Mulai dari bidang kedokteran, setidaknya ada tiga nama ilmuwan besar, Ibnu Sina, Ibnu Nafis dan Al-Zahrawi. Ibnu Sina merupakan penulis Al-Qanun fi al-Tibb yang menjadi utama kebangkitan dunia Barat dalam bidang kedokteran. Nama lengkapnya ialah Abu Ali al-Husein bin ‘Abdullah bin al-Hasan bin Ali bin Sina. Ia berasal dari Persia Utara.  Sedangkan tokoh lainnya, yakni Ibnu Nafis merupakan penemu peredaran darah paru-paru, bukan William Harvey sebagaimana sering disebut oleh kalangan Barat. Ada pula Abu al-Zahrawi, penemu penyakit hemophilia (darah sukar membeku) dan mendapat sebutan Bapak Ilmu Bedah.

Bidang  ilmu sosial, filsafat dan politik terdapat beberapa nama besar, di antaranya Al-Farabi, Ibnu Rusyd, Al-Razi, juga Ibnu Khaldun yang dikenal dengan sebutan Bapak Sosiologi dengan teorinya tentang peradaban kelompok sosial. 

Bidang ilmu pasti, muncul sosok Al-Khawarizmi, penemu angka nol, dikenal sebagai Bapak Aljabar dan Geografi; Jabir al-Hayyan, penemu ilmu kimia; Al Biruni, penemu gaya gravitasi; serta Ibnu Majid, penemu kompas dan navigator. 

Tokoh dalam bidang Astronomi yang terkenal ialah Al-Battani, kalangan Barat menyebutnya Albategnius. Ia menggunakan prinsip trigonometri  saat melakukan observasi astronomi di observatorium yang dibangun Khalifah Al-Ma’mun, dinasti Abbasiyah. Ia merupakan penemu jumlah hari dalam tahun Masehi berdasarkan perhitungan waktu bumi mengelilingi matahari, yakni 365 hari 5 jam 48 menit 24 detik.

Ada pula tokoh astronomi yang kurang sering disebut, Tsabit bin Qurra, seorang ahli matematika yang berasal dari Mesopotamia Tinggi (sekarang wilayah Turki). Ia merupakan sosok penemu teori bilangan bersahabat (amicable number) sekaligus astronom yang menulis beberapa buku tentang galaksi dan perbintangan. Salah satu karyanya ialah Mukhtasar fi Ilmi al-Nujum.

Tidak hanya keilmuan yang umumnya dipelajari di perguruan tinggi, tokoh Islam juga menjadi pelopor dunia travelling yang beberapa tahun terakhir ini kerap menjadi acara favorit di beberapa stasiun televisi. Sebut saja, nama Ibnu Battutah. Namanya selalu ada dalam pelajaran sejarah masuknya Islam di Indonesia. Ia meninggalkan catatan bahwa ia pernah menginjakkan kaki di negeri Samudera Pasai, sekarang termasuk dalam wilayah provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Ibnu Battutah merupakan sosok yang berasal dari Maroko, daerah Afrika bagian utara. Traveller muslim ini lahir pada tahun 1304 M. Dimulai dengan menyusuri pantai Afrika Utara, ia bersama rombongan melakukan perjalanan hingga ke Arab Selatan. Perjalanan ini terus berlanjut hingga menginjakkan kakinya di bumi Samudra Pasai (Aceh sekarang) pada era Sultan Malik al-Shalih pada tahun 1345 M.

Selain para ilmuan di atas, ada satu tokoh yang sangat terkenal dengan karya besarnya, Ihya’ Ulum al-Din, sang argumentator Islam (hujjatul Islam), Al-Ghazali. Ia berperan sangat penting dalam menjaga umat Islam dari pengaruh bid’ah dan aliran rasionalisme Yunani. Ia merupakan seorang ahli negara sekaligus sufi.  Sosok yang oleh Imam Haramain disebut dengan 'lautan tak bertepi' ini juga menjadi guru besar di perguruan tinggi Nizhamiyah dan konsultan para ahli hukum Islam pada era pemerintahan Bani Saljuk di Baghdad.

Itulah sedikit nama ilmuwan muslim yang mendunia. Selain tokoh-tokoh tersebut, masih banyak ilmuwan muslim yang memiliki andil besar yang membangun peradaban manusia di berbagai belahan dunia. 

Disarikan dari buku Sejarah Peradaban Islam karya Suyuthi Pulungan oleh Laila Fauziah
__________________________________________________________________

Info Pendaftaran santri baru :
Ustzh. Faizatul Islamiyah : 085781237226
Ustdzh Robithoh : 081310855949
Follow Us :
Instargram : Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Twitter :@asshiddiqiyah01
Fanspage : Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
You Tube : Asshiddiqiyah Official
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

1 komentar :

Unknown mengatakan...

Alhamdulillah, dapat ilmu baru... semoga bermanfaat.