Pawai Obor Hari Santri Nasional 2018, Gus Mahrus: Tidak Ada Bekas Santri


AMC - Tadi malam, Sabtu (20/10), Pawai Obor dan Festival Lampion menerangi Jalan Panjang Kedoya Utara Kebon Jeruk. Pawai obor dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 22 Oktober mendatang. Lebih dari 800 santri Asshiddiqiyah Pusat meramaikan pawai tersebut. Tidak hanya membawa obor, mereka juga membagikan bingkisan kecil pada masyarakat sekitar selama pawai berlangsung.

Pawai obor diawali penyalaan obor utama bertulis AIC oleh Abah Noer. Lalu dilanjut dengan permainan bola api oleh khadim al-ma'had, Gus Mahrus beserta asatidz. Permainan sembur api oleh para santri pencak silat menambah kemeriahan jalannya pawai.

"Pawai obor ini untuk membakar semangat. Santri sebagai penjaga NKRI. Saya sebagai santri, tidak ada namanya bekas santri," ujar Gus Mahrus  bersemangat di hadapan para santri. Lanjutnya, "Dari syiar yang kecil inilah, kalian akan menjadi dai besar di masa yang akan datang."

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Nurdin, wakil dari Camat Kebon Jeruk yang berhalangan hadir. "Semoga Hari Santri Nasional yang kita meriahkan malam ini bermanfaat untuk kita semua," harapnya kemudian. (L)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.