Asshiddiqiyah dan Tiga Pilar Kebon Jeruk Doa Bersama dan Galang Dana untuk Bencana Palu dan Donggala


AIC (JKT) - Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara sesama manusia, Doa Bersama Majelis Dzikir Asshiddiqiyah dan Tiga Pilar Kecamatan Kebon Jeruk untuk Korban Bencana di Palu dan Donggala digelar Sabtu malam, (06/10). Kedua pihak berharap dengan adanya acara ini dapat mempererat hubungan antar keduanya dalam perannya dalam menjaga keutuhan NKRI.


“Mudah-mudahan apa yang sudah kita perbuat dapat membantu mengurangi beban saudara-saudara kita di Palu dan Donggala. Semoga mereka sabar dalam menghadapi bencana,” harap M. Marbun, Kapolsek Kebon Jeruk seusai pembacaan Ratib al-Hadad dan Yasin yang  ditujukan pada korban bencana, serta keselamatan bangsa dan negara.

Jamaah dan keluarga besar Asshiddiqiyah turut berpartisipasi dalam penggalangan dana guna disalurkan pada korban bencana di Palu dan Donggala. Dua hari sebelumnya, sebelum melakukan shalat Jumat, para santri ma'had aly putra juga telah menggalang dana untuk korban bencana Palu dan Donggala. Setelah tausiyah berakhir, pembacaan doa dipimpin oleh Ustadz Ahmad Saiful Munadi dengan harapan Indonesia diberikan keamanan dan ketentraman demi terwujudnya baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. (Lyda/L)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.