Lebaran Idul Kurban



Hari demi hari kian menanti.
Malam pun kian menjadi arti.
Suara gema takbir menggelegar hati.
Mengagungkan kebesaran ilahi.

Dari sudut pojok orang berdatangan.
Tuk melaksanakan sholat 'idul kurban.
Lanjut salam-salaman selesai salam.
Tuk melebur dosa pada tiap insan.

Datang seekor hewan kurban.
Dengan macam kambing, sapi, kerbau dan onta pun di qurbankan.
Untuk di sembelih menjadi tunggangan.
Tuhan, terimalah ibadah kami untuk mencapai ridlo-Mu nanti.

Di setiap tetesan darah mengalir.
Menyimpan sebuah makna yang sangat berarti.
Menjadi saksi di akhirat nanti.
Tuk berjumpa menghadap sang ilahi.

Pada waktu yang sama.
Di tetangga negeri manusia juga berqurban.
Menjalankan thawaf haji serta umroh.
Di Mekah, Madinah Al-Munawwaroh.

Kini telah sampai tujuan ibadah.
Menta'ati hukum agama syari'ah.
Tuhan jadikan insan yang ta'at.
Menggapai tingkat derajat ma'rifat.

Oleh: Muhammad El-Husny, Kedoya Utara, Selasa 21 Agustus 2018
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.