Syubbanul Muslimin Satukan Keberagaman Melalui Shalawat


 Lantunan shalawat Syubbanul Muslimin sukses menggema Asshiddiqiyah, Jakarta, Minggu malam(12/11).

Kyai Noer bahkan sempat menitikkan air mata ketika membuka rangkaian acara Gebyar Maulid Nabi Muhammad saw. bersama Syubbanul Muslimin ini. Seluruh jamaah menyambut Gus Azmi dan kawan dengan antusias, terutama santri putri. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak sore tak menghalangi niat para jamaah. Mereka bahkan datang dari penjuru Jabodetabek.

Dengan suara merdunya, para vokalis Syubbanul Muslimin berhasil mengajak seluruh jamaah bershalawat kepada Rasulullah. Diiringi aransemen musik hadrah yang apik, mereka bershalawat kurang lebih dua jam.

Gus Mahrus juga mengatakan bahwa sebagai idola santri saat ini, Syubbanul Muslimin berhasil menyatukan dan membanggakan Indonesia dengan shalawat kepada Rasulullah.

"Shalawat sampai kapanpun akan terus bergema," ujarnya bersemangat. Lanjutnya, "Kalian sebagai santri, akan terus menjadi orang hebat di Indonesia." Gemuruh tepuk tangan para santri membuat acara semakin meriah.

Gus Azmi yang masih cucu Kyai Noer ini telah sampai di Asshiddiqiyah sehari sebelumnya bersama rombongan. Sebelumnya, mereka mengisi waktu dengan mengelilingi pesantren dan berinteraksi langsung bersama para santri. Pagi tadi, mereka juga sempat berkunjung ke Monas bersama Khadimul Ma'had. (LF)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.