Berangkat dari Gemar Bershalawat, Kini Gus Azmi Menjadi Idola Santri Masa Kini


Dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi Muhammad saw, Asshiddiqiyah gelar acara bertajuk "Gebyar Maulid Nabi Muhammad saw bersama Syubbanul Muslimin", Ahad (12/11).
Pada acara ini juga berlangsung momen istimewa, peluncuran buku 'Bias Cinta dari Mukalla' karya Ny. Hj. Atina Bilqis Izza, putri ketiga Dr. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ, Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa buku tersebut termasuk kategori fiksi, dimana cerita pendek tentang cinta yang ia tulis selama di Mukalla saat menuntut ilmu disana.

Ia ingin menunjukkan 'sisi' Mukalla (salah satu kota di Yaman) yang belum diketahui banyak orang. Ning Balqis, begitu ia akrab disapa mengucapkan banyak terima kasih atas do'a, dukungan, dan cinta kasih sayang dari ayah, ibu serta suaminya tercinta, Gus Riza Azizi -pengasuh Asshiddiqiyah Cianjur-.

Momen Maulid Nabi saw kali ini semakin meriah dengan kehadiran grup shalawat yang viral dengan lagu 'Cinta dalam Istikhoroh'nya, Syubbanul Muslimin. Gus Azmi, sebagai idola -dari kalangan santri- masa kini, ia termasuk keluarga besar Bani Iskandar. Bernama lengkap Muhammad Azmi Iskandar, lelaki berumur 14 tahun tersebut merupakan cucu dari kakak Abah Noer Iskandar. Abah Noer berharap semoga dengan kehadiran Syubbanul Muslimin dapat meningkatkan semangat para hadirin serta santri dalam bershalawat.


Pada saat itu pula hadir Ustadz Solmed, yang merupakan salah satu alumni Asshiddiqiyah. Ia begitu antusias mengingat semangat generasi muda berkreasi dan berinovasi dalam shalawat. Terbukti dengan hadirnya Syubbanul Muslimin semakin banyak syair lagu sebagai wujud cinta pada Nabi saw. "Semoga dengan bershalawat bersama Syubbanul Muslimin semakin mengukuhkan cinta kita pada Nabi Muhammad saw", harapnya terakhir kali. (MH)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.