Taklukkan At-Taufiq, Asshiddiqiyah Juarai Liga Santri DKI 2017

Juara I Liga Santri Nusantara Regional DKI Jakarta

AMC-Final Liga Santri Nusantara regional DKI Jakarta digelar di Stadion Soemantri Brojonegoro yang mempertandingkan antara pondok pesantren (Ponpes) Asshiddiqiyah Vs Ponpes At-Taufiq, Minggu (17/9/2017).  

Sekda DKI Jakarta Saefullah juga hadir dalam liga tersebut. Beliau berharap dengan adanya kegiatan olahraga ini dapat memunculkan bibit olahragawan unggul dari kalangan santri.

"Kita apresiasi kegiatan ini, selain bisa menjadi hiburan bagi santri juga bisa memunculkan atlet baru" kata Saefullah.

Ponpes Asshiddiqiyah berhasil melaju ke babak final setelah mengalahkan Al-Misbah pada pertandingan sebelumnya dengan skor 2-0.

Pertandingan kali ini terlihat sangat seru, pasalnya, kedua tim tersebut pernah bertemu di babak final LSN regional DKI Jakarta tahun 2016 lalu.

"Ini kedua kalinya final melawan At-taufiq" ujar pembina tim Asshiddiqiyah, Kak Maman Abdurrahman.

Pada menit ke 8, Abiyansyah, nomor punggung 8 dari tim asshiddiqiyah berhasil membobol gawang lawan sehingga kedudukan unggul 1-0. Hingga wasit meniupkan peluit tanda babak pertandingan usai, PP. Asshiddiqiyah mampu mempertahankan keunggulan tersebut meski berulang kali gawang                       Wahyu Alam Saputra terancam oleh serangan At-Taufiq.

seusai pertandingan, seluruh pemain bersujud syukur ditengah lapangan sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur kepada Allah atas prestasi yang diraihnya.
Abiyansyah, pencetak gol tunggal sekaligus peraih top skor dalam liga tersebut merasa terharu atas kemenangan ini. "Akhirnya Asshiddiqiyah bisa membawa pulang piala LSN Regional DKI Jakarta" ungkapnya.

Piala diberikan langsung oleh Sekda DKI, Bapak Saefullah sedangkan tim yang juara pada LSN Regional akan melaju ke tingkat nasional yang digelar di bandung pada tanggal 22-27 Oktober mendatang. (Rumadi)



Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.