Kunjungan Syech Shuhaib Utsman Habli Ke Ponpes Asshiddiqiyah


AMC- Direktur Yayasan Ulfah dan anggota Majelis Ulama Lebanon, Syech Shuhaib Utsman Habli bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta. Rabu (22/2).

Kepada para santri, Imam Masjid Nabi Ibrahim tersebut memeparkan beberapa sebab kemunduran generasi muslim masa kini.  Menurut Syech Shuhaib, ada empat: Pertama, merasa takut dengan sesuatu yang belum terjadi, Kedua, sedih atas hilangnya sesuatu yang dicintai. Ketiga, banyaknya umat yang tersesat dalam kekhilafan. Keempat, hati manusia yang semakin keras.

Orang yang benar-benar beriman tak takut pada sesuatu yang akan terjadi, serta tak bersedih atas hilangnya sesuatu karena segala sesuatu telah dicatat Allah swt. Hati mereka selalu berhubungan dengan Al-Qur'an sehingga mereka tak pernah merasa tersesat. Barangsiapa yang mengikuti petunjuk Allah swt (Al-Qur'an), maka ia tak akan pernah merasa takut dan bersedih, tak akan tersesat dan merasa kesusahan.

Sebelumnya, beliau telah membuka tausyiahnya dengan penggalan ayat yang artinya "Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat -Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal". (QS.Al-Anfal/8:1)

Keimanan seseorang harus diiringi dengan amal perbuata. hal ini yang membedakan keimanan manusia dengan iblis. Iblis pun beriman kepada Allah, ia mengakuai dan mempercayai adanya Allah, namun iblis selalu menentang apa yang diperintahkan oleh Tuhannya.

 Selanjutnya, tanda orang beriman adalah merasa malu kepada Allah swt baik dalam sepi maupun keramaian. Artinya, ia selalu mengagungkan nama Allah di dalam hatinya, diikuti rasa takut, serta berbuat sesuatu berdasarkan apa yang ia baca, ia dengar, ia lihat serta ia pahami. Dalam suatu riwayat diceritakan, kisah Nabi Sulaiman dengan mu'jizatnya berbicara pada hewan. Beliau berkata pada burung Hud-hud : "Apakah aku perlu mengirim burung-burung yang lain bersamamu untuk senantiasa menjagamu? ". Kemudian Hud-hud menjawab: "Tidak perlu ya Nabi, karena di dalam hatiku sudah ada nama Allah swt, sehingga aku merasa aman dalam keadaan apapun". Adakalanya manusia merasa takut dan bersedih, saat-saat seperti itulah ia harus kembali mendalami Al-Qur'an.



Tanda-tanda orang beriman berdasarkan QS. Al-Mu'minun ayat 1-5 :"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna, dan orang yang menunaikan zakat, dan orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki. Maka mereka sesungguhnya mereka tidak tercela." Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang benar-benar  beriman serta ditetapkan iman serta Islam dalam hati kita, dan kita kembali kepada-Nya dalam keadaan beriman kepada Allah swt. Amiin Ya Rabbal 'Alamin. (MH)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :