AIC REBUT KEMBALI MASJID & MUSHOLA ASWAJA

Foto : Peserta Program Imam Masjid dan Mushola

Asshiddiqiyah kembali adakan Majliz Dzikir di lapangan Ponpes Asshiddiqiyah Pusat, Kebon Jeruk, Sabtu malam (5/11). Tidak seperti biasanya, kali ini, disela acara rutin bulanan tersebut dilaksanakan pelantikan peserta Program Imam Masjid dan Mushola (PIMM).

Lurah Pesantren Asshiddiqiyah, Husni Mubarok menyatakan PIMM merupakan media latihan santri dalam menjadi pemimpin di masyarakat.

“Ibu bapak, Program ini sebagai ajang latihan mereka (peserta PIMM) dalam berinteraksi dan menjadi pemimpin di masyarakat, sertabagaimana mereka terjun langsung mengimami shalat. Walau hanya sholat Maghrib dan Isya ”. Kata Husni, disela-sela sambutan pelantikan.

Laki-laki kelahiran Kota Wali tersebut juga mengatakan bahwa PIMM telah dijalankan satu bulan.

“Ini merupakan Program baru yang telah satu bulan terselenggarakan, mulai Oktober awal.” Ujarnya.

Progam unggulan ini diketuai oleh Manhalul Ilmi, Kabid Kepesantrenan Ma’had Aly Sa’idusshiddiqiyah. Peserta kesemuanya dari Mahasantri yaitu : Fathul Qorib, Luthfil Hakim, Toha Mansyur, Muammar, Mustafid, Bayu Wasono, Saharudin, Syarif Herlani, Ngafiful Ihwan, dan Miftahus Surur.

Pembacaan Ikrar pelantikan langsung dipimpin oleh Dr. KH.Nur Muhammad Iskandar, pendiri dan pengasuh Ponpes Asshiddiqiyah. Semua peserta PIMM mengikutinya dengan hidmah. (MH)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.