Jakarta-“Ingat! Pahlawan yang sebenarnya adalah Kyai dan Guru-guru kita.” Ucap lantang K.H. Mahrus Iskandar di upacara Hari Pahlawan.

Sebagai bentuk nasionalisme dan ungkapan rasa cinta terhadap para pendahulu, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Pusat mengadakan upacara Hari Pahlawan Nasional di halaman sekolah. (Kamis, 10/11/16)

“Saya yakin, 10 tahun yang akan datang, kalian akan menjadi orang-orang yang berguna, penerus perjuangan para pahlawan.” Lanjut Gus Mahrus, sapaan Kyai muda pengasuh pondok.

Sehari sebelumnya, Presiden Jokowi memberikan gelar kepahlawanan kepada Kyai  Asád Syamsul Arifin, Situbondo. Tokoh NU nasional. Sosok pejuang kemerdekaan yang  santri tulen, tapi nasionalis.

“Semoga, upacara 10 November ini bukan formalitas saja. Santri harus melanjutkan peran penting mereka!” cetus Gus Mahrus diiringi teput tangan para santri.


Acara berlangsung sukses, hening dan hidmat. (NS)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.