Pengukuhan Kurikulum, Pakar Pendidikan Ma'had Aly Rapatkan Barisan


AIC- Rabu (19/16), segenap dosen dan jajaran pegurus  Ma’had aly Saíidussiddiqiah Jakarta mengadakan rapat internal membahas kurikulum Sejarah Peradaban Islam di Indonesia. Agenda tersebut dilaksanakan untuk menindak lanjuti Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 71 Tahun 2015 tentang ma’had aly.

Drs. KH Abdul Kholiq, MA, Mudir I Ma’had aly Saídusshiddiqiyah Jakarta mengatakan bahwa pelembagaan Ma’had Aly merupakan cita-cita lama yang dimiliki pesantren. Betapa tidak, rumusan draf  PMA Ma’had Aly tersebut sudah diwacanakan sejak pertengahan tahun 2003 sebagai tindak lanjut atas disahkannya Undang-undang Sisdiknas No. 20 tahun 2003 dan PP 55 Tahun 2007. Artinya, kurang lebih 13 (tiga belas) tahun lamanya eksistensi Ma’had Aly di pesantren-pesantren penyelenggara berjalan tanpa adanya payung hukum yang memadai. Dan baru pada tahun 2015 lalu diresmikan sebagai salah satu pendidikan tinggi di di Indonesia.

Pernyataan senada juga diungkapkan Ust. Noor Salikin , SH. Selaku Mudir II yang konsentrasi dalam bidang kurikulum. “Ma’had aly Sa’iidusshiddiqiyah sendiri telah berdiri sejak 2006 dengan Program Studi Fiqh Dan Ushul Fiqh, namun saat ini kita berubah haluan menjadi Sejarah Peradaban Islam” ujar pria  jebolan Al-Ahqof tersebut.


Rapat tersebut menghasilkan rangkaian mata kuliah yang rencananya akan diterapkan di semester mendatang. (RMD)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.