Hal Kecil Menjadi Luar Biasa Dengan Wakaf

Restara

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, saya masih terduduksantai sambil melirik layar kaca. Terlihat beberapa selebriti diberitakan tengah mewakafkan sejumlah mushaf Al Qur’an. Hal biasa dalam infotaiment. Mushaf-mushaf tersebut dikirim ke daerah dengan muslim minoritas dan beberapa masjid di pojok ibu kota. Secara zhohir ini memang hal yang sederhana.

 Bagaimana jika yang dibagikan adalah zakat mal para artis? Tentu nilainya jauh lebih besar dibanding nilai mushaf secara materiil. Mushaf yang harganya hanya puluhan ribu perbuah dapat menjadi kebaikan yang luar biasa jika dilakukan dengan tulus dan ikhlas.

Para selebriti ditengah kesibukannya di dunia entertaiment saja masih sempat meluangkan waktu untuk berbagi pada sesama. Lalu kemana para pejabat negeri yang katanya mengayomi dengan hati? Mereka yang berada pada level kabupaten dan provinsi biasanya hanya tampil di publik ketika menjelang masa kampanye. Untuk level yang lebih tinggi bisa jadi lebih dari itu.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kalimat. Ilmu yang sedikit namun bermanfaat itu lebih barakah daripada ilmu yang banyak namun tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Begitu kira-kira penyampaian Gus di pondok saya dulu. Hal diatas mungkin bisa menjadi sebuah renungan kecil tentang apa yang baik dan utama dalam sebuah pengamalan suatu ilmu. Semoga bermanfaat.  

Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.