KRISIS PERASAAN ANTARA ISTRI DAN MERTUA


AIC(JKT)
1. Istri dan Mertua sama-sama Keras
Ada sebagian ibu mertua yang bersikap keras kepada menantu perempuannya dengan terlalu membesar-besarkan kesalahan dan aib menantunya. Jika hal ini berlangsung lama maka akan timbul perasaaan saling benci dan prasangka buruk. Solusinya adalah mencari jalan ishlah (perbaikan) diantara keduanya untuk menyatukan pendapat dan menghindari keretakan rumah tangga.

2. Sebuah Solusi mang Jernih

a)        Peran seorang suami dalam hal ini diantaranya:
ü  Memperhatikan sifat orang tuanya dengan berbakti pada keduanya dari sebelum menikah atau sesudahnya.
ü  Berlaku adil pada istrinya.
ü  Memunculkan sikap kasih sayang pada istrinya untuk menyayangi orang tuanya.
ü  Saling memahami antara dirinya dengan istri.

b)         Peran seorang istri diantaranya:
Seorang istri hendaklah mengutamakan suaminya daripada dirinya sendiri serta menghoramati mertuanya dan kerabat-kerabat suaminya. Hal tersebut menunjukkan kemuliaan jiwa serta untuk mencari keridhoan suami agar rumah tangganya penuh barokah.

c)         Peran Mertua
Bagi seorang ibu mertua hendaknya menasihati menantunya dengan lembut ketika melakukan kesalahan. Dengan melapangkan hati dan memberikan kasih sayang yang tulus kepada menantu semoga Allah memberi petunjuk kasih sayang-Nya kepada anda.







Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :