Haflah Madin, Bekal Santri Teruskan Perjuangan Waliyullah



AMC - "Saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, baik dari Nazhaman Aqidatul Awwam, Ta'limul Muta'allim, Al-Qur'an serta Intensif Bahasa," ujar Khadimul Ma'had Asshiddiqiyah saat memberikan sambutan pada Haflah Madrasah Diniyah Takmiliyah, Sabtu (20/03). 

"Semua ini adalah yang akan kalian jaga sebagai penerus para Waratsatul  Anbiya. Kalian yang insya Allah akan melanjutkan perjuangan-perjuangan para waliyullah dan para ulama dengan bekal yang saat ini kalian baca dari Al-Qur'an, dari Kitab Salaf maupun dari Bahasa," tambah Khadimul Ma'had. 


Ijazah 'Amah juga turut diberikan oleh Khadimul Ma'had kepada para wisudawan dan wisudawati yang mengikuti wisuda Aqidatul Awwam dan Ta'limul Muta'allim. Sanad ijazah ini berasal dari Almaghfurlah DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ, bersambung kepada guru-guru beliau sebelumnya.

Selain itu, Khadimul Ma'had juga menyatakan untuk yang hafal Al-qur'an bisa menjadi pegangan, untuk yang Nadzoman bisa dijadikan do'a dan diistiqomahkan karena di setiap akhir nadzom apapun pasti terdapat do'a. 

Antusias para santri terlihat dari banyaknya jumlah santri yang di wisuda tahun ini.

"Alhamdulillah, peserta pada tahun ini meskipun pandemi dan mendadak, tapi pesertanya membludak sampai sekitar 500 orang," ujar Ust. Imam Syafii selaku Kepala Madrasah Diniyah Takmiliyah Manba'ul Ulum Asshiddiqiya.

Berikut adalah rinciannya, Wisuda Taklimul Mutaallim: 152 orang, Aqidatul Awam: 121 orang, Wisuda Al-Qur'an yang terdiri dari Juz Amma: 147 orang, 3 juz: 3 orang, 5 Juz: 9 orang, 10 Juz: 2 orang, 20 Juz: 1 orang, 30 Juz: 1 orang,  Bahasa: 65 orang. 

Wisudawati Intensif Bahasa Arab dan Inggris bersama Khadimul Ma'had dan Kepala Madin

Penampilan Nazham Ta'limul Muta'alim dan Aqidatul Awwam

Selamat kepada wisudawan dan wisudawati Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta, semoga manfaat dan barokah serta semangat berjuang melanjutkan perjuangan para nabi dan ulama. (Mila)

Foto: Asshiddiqiyah Media Center


Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :