Ramadhan, Sarana Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT


AMC - Puasa sudah memasuki hari  ke-10 Ramadhan. Perlu kita ketahui bahwa Ramadhan merupakan salah satu momentum terpenting bagi manusia sebagai sarana berkomunikasi dengan Allah secara langsung.

Lalu, untuk apa sih kita melaksanakan puasa di bulan Ramadhan ini?

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 183:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Al-Baqarah:183).

Dari ayat tersebut dapat kita ketahui faidahnya berpuasa, yaitu agar kita menjadi orang yang bertakwa. Dengan demikian puasa Ramadhan mempunyai makna ketaatan seorang hamba kepada  sang Pencipta dengan ikhlas, sekaligus menjadi media untuk meningkatkan kualitas diri.

Nah, bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa. Pada bulan ini pula, Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185).

Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci penuh keberkahan, bulan penuh maghfirah, bulan dimana banyak orang yang bersedekah. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari perbanyak ibadah dan berbuat kebaikan.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan maghfirah dan keberkahan Ramadhan sehingga bertambahnya ketaqwaan kita kepada Allah SWT. 

(Mila/dari berbagai sumber)
Share on Google Plus

About Asshiddiqiyah Media Center

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.