Kemandirian Santri Menguatkan Indonesia


AMC- Hari Santri Nasional 2017, Asshiddiqiyah Jakarta menyambut rombongan Kirab Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, Sabtu (21/10).

Peringatan Hari Santri menjadi salah satu kekuatan para ulama. Pasalnya, santri adalah manusia-manusia mandiri dan siap menjaga NKRI. Semangat santri juga terlihat saat menyanyikan Indonesia Raya dan Ya Lal Wathan. Ratusan bendera NU serentak menghiasi rangkaian Kirab Hari Santri Nasional 2017 ini.

"Jika santri selalu mandiri, santri hebat, Indonesia menjadi kuat," ujar  Kyai Munahar Muhtar, selaku pemimpin kirab seraya menyerahkan bendera pataka NU kepada Gus Mahrus, selaku pengasuh.


Tepuk tangan ratusan santri menyambut prosesi tersebut. Kyai Noer menutup acara dengan memimpin doa, berharap kedepan santri dapat memimpin perjuangan Ahlussunnah Waljamaah di Indonesia. (LF)
Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.