7 tahun Fakum, Gerakan Pramuka Hidupkan kembali Pesantren Kilat

Asshiddiqiyah
AIC(JKT)
   Gerakan Pramuka Pondok Pesantern Asshiddiqiyah Jakarta yang didukung oleh segenap alumni menyelenggarakan Pesantren Kilat (sanlat) di desa Tapos II kecamatan Tenjolaya, Bogor, pada 23-26 Juni 2016. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 225 peserta dari anak-anak dan remaja setingkat SD dan SMP.
     Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Al-Istiqomah, Bapak Kholiq, berharap melalui kegiatan ini, anak-anak dan remaja mengisi kegiatan Ramadhan dengan positif serta dapat menumbuhkan lagi rasa cinta terhadap ilmu agama.
"Melalui kegiatan sanlat ini, kita sangat berharap anak-anak dan remaja kita khususnya di desa Tapos II menjadikan masjid sebagai tempat favorit serta dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu keagamaan. " ujarnya saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara sanlat tersebut.
   Beliau juga mengungkapkan kekhawatirannya akan generasi muda yang yang minat belajar agamanya mulai menurun. “Sebenarnya desa Tapos II ini ke-Islamannya masih kental, bahkan kita sering menjadi rujukan terhadap masalah-masalah agama, namun yang saya khawatirkan adalah generasi muda yang minat belajarnya mulai menurun” sambungnya.
    Pembina sanlat, Resky Fitriady menambahkan, bahwa dalam kegiatan ini kami hanya ingin membagkitkan serta memancing para remaja agar tertarik terhadap pendidikan Islam, sekaligus sebagai bentuk aplikasi dakwah bagi para santri. “Kami mengajarkan agama dengan cara-cara yang asik dan menyenangkan agar mereka tertarik untuk mempelajari agama lebih dalam,” ujar pria yang akrab dipanggil ka Eky tersebut.
    Sementara itu, seluruh pemateri merupakan santri-santri ponpes Asshiddiqiyah Jakarta yang tergabung dalam Gerakan Pramuka yang dibantu oleh Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Al-Istiqomah. Kegiatan ini sekaligus sebagi ujian bagi para anggota Pramuka untuk memperoleh Bantara.  
    Berbagai macam cabang ilmu diperkenalkan oleh pemateri seperti Bahasa Arab, Fikih, Tauhid, Baca al-Qur’an dan lain sebagainya. Selain itu, beberapa jenis perlombaan juga diadakan untuk menambah kemeriahan acara tersebut.
    Busainatul Munawaroh, salah seorang santriwati yang juga menjadi pemateri sanlat mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini “Kegiatannya seru banget, di sini bisa berbagi ilmu dan pengalaman, ketemu dengan teman-teman baru, muridnya lucu-lucu, saya berharap kegiatan ini bisa diadakan setiap tahun” ujar santriwati asal Madura tersebut kepada wartawan beberapa waktu lalu.
    Hal senada juga diungkapkan Kak Eky, ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pendobrak kegiatan sanlat setelah 7 tahun fakum, agar ponpes Asshiddiqiyah tetap menggema ditelinga masyarakat. (Rumadie)

#Cek Kegiatannya di sini 






















Share on Google Plus

About Rumadie El-Borneo

Pondok Pesantren Asshiddiqiyah didirikan pada Bulan Rabiul Awal 1406 H ( Bulan Juli 1985 M ) oleh DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ. Dalam kapasitasnya sebagai lembaga Pendidikan, Keagamaan, dan Kemasyarakatan, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah senantiasa eksis dan tetap pada komitmennya sebagai benteng perjuangan syiar Islam. Kini dalam usianya yang lebih dari seperempat abad, Pondok Pesantren Asshiddiqiyah telah membuka 12 Pesantren yang tersebar di beberapa daerah di pulau Jawa dan Sumatra.

0 komentar :