SAMBUT HABIB SYECH, LIMA BELAS RIBU JAMAAH BANJIRI PONDOK PESANTREN ASSHIDDIQIYAH

penyambutan Habib Syech
Kemeriahan Para Jamaah saat menghadiri acara Asshiddiqiyah Bershaawat
AIC(JKT)
        Lebih dari lima belas ribu jamaah dari kalangan santri dan masyarakat umum hadiri acara Asshidiqiyah Bershalawat di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta Jum’at malam (18/03/16). 
        Acara yang dihadiri oleh Ulama Internasional, Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan hari lahir (harlah) Pondok Pesantren Asshiddiqiayah ke 31. Acara dibuka dengan istighosah bersama yang dipimpin oleh KH. Endang Badarrahman, MA.
Euforia jamaah pecah saat Habib Syech beserta rombongan naik ke atas panggung. DR. KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah juga turut mendampingi beliau. Dalam sambutannya, Kyai Noer menyampaikan ucapan terima kasih kepada Habib Syech atas kunjungannya ke Asshiddiqiyah. Beliau berasa mimpi bisa duduk satu panggung bersama Habib Syech. “Ini mimpi apa nyata ??? ” tanya Kyai Noer kepada para jamaah. Kemudian beliau menceritakan sedikit tentang sejarah dan perjuangan dalam membangun Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.
Sebelum membawakan syair-syair indahnya, Habib Syech mengutarakan kebahagiaannya bisa berkumpul dengan jamaah pecinta shalawat di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta. Beliau juga mengaku sebagai murid dari Kyai Noer. “Saya juga muridnya Kyai Noer meskipun ketemunya di Jogja, semoga beliau mau mengakui saya sebagai muridnya. Amien. Tutur Habib asal Solo tersebut. 
Selain itu, beliau juga mengutarakan kekagumannya terhadap santri-santri asal Thailand yang sebelumnya sempat membaca shalawat di hadapan beliau, kemudian beliau berpesan kepada para santri dan jamaah agar tetap memegang teguh ajaran Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.
Habib Syech membuka rangkain syair-syairnya dengan lagu berjudul “Alangkah Indahnya Hidup Ini”. Suara khas beliau menghipnotis belasan ribu jamaah untuk ikut bershalawat. Syecher Mania, sebutan bagi para pecinta Syech, yang memadati area lapangan, aula, serta beberapa titik di bagian atas gedung berlantai empat itu, bersyair menirukan Habib sambil melambaikan tangan ke arah panggung sebagai wujud ungkapan kebahagiaan mereka. (Rumadi)


Share on Google Plus

About Restara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.